Kematian Mendadak Mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi di Pengadilan Dinilai Pembunuhan Berencana

Kematian Mendadak Mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi di Pengadilan Dinilai Pembunuhan Berencana
Mohammed Morsi. (republika.co.id)
Rabu, 19 Juni 2019 10:34 WIB
KAIRO - Mantan Presiden Mesir, Mohammed Morsi, mendadak pingsan dan meninggal saat menjalani sidang di pengadilan, Senin (17/6/2019). Sumber medis setempat menyebut Morsi tewas akibat serangan jantung.

Dikutip dari liputan6.com yang melansir CBS News pada Selasa (18/6), televisi pemerintah Mesir mengatakan Mohammed Morsi (67) menghadiri sesi pengadilan pada hari Senin atas tuduhan spionase, ketika dia tiba-tiba pingsan dan kemudian meninggal sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Meninggalnya Morsi terjadi sesaat setelah dia berbicara dari balik sangkar kaca, tempat di mana dia ditahan selama sesi persidangan. Sejurus kemudian, Morsi dilaporkan pingsan, hingga diputuskan untuk segera membawanya ke rumah sakit.

Namun, belum juga mobil ambulans bergerak menuju rumah sakit, nyawa Morsi sudah tidak tertolong. Tidak disebutkan pukul berapa almarhum menghembuskan napas terakhirnya.

Pejabat pengadilan Mesir mengatakan, jika masih dalam kondisi sehat, Mohammed Morsi memiliki ''banyak rahasia'' yang bisa dia ungkapkan.

Mohammed Sudan, anggota terkemuka Ikhwanul Muslimin di London, menggambarkan kepergian Morsi sebagai ''pembunuhan berencana''.

Dia mengatakan bahwa Morsi dilarang menerima obat atau kunjungan, dan hanya ada sedikit informasi tentang kondisi kesehatannya.

Sidang hari Senin adalah bagian dari pengadilan ulang, yang diadakan di dalam Penjara Tura Kairo, di mana Morsi dituduh melakukan spionase dengan kelompok militan Hamas Palestina.

''Dia telah ditempatkan di balik sangkar kaca (selama persidangan). Tidak ada yang bisa mendengarnya atau tahu apa yang terjadi padanya. Dia belum menerima kunjungan selama sebulan atau hampir setahun. Dia mengeluh sebelum dia tidak mendapatkan obatnya. Ini adalah pembunuhan berencana,'' tuding Sudan.

Di lain pihak, pejabat pengadilan Mesir mengatakan, Morsi telah meminta untuk berbicara di pengadilan selama sidang.

Hakim mengizinkannya, dan Morsi mengatakan dia memiliki ''banyak rahasia'' bahwa di mana jika dia memberi tahu mereka, maka dia akan dibebaskan.

Tetapi, Morsi menambahkan bahwa dia tidak memberi tahu mereka karena itu akan membahayakan keamanan nasional Mesir.

Belum ada tanggapan apapun dari pihak pemerintah Mesir atas pernyataan Morsi sebelum meninggal itu.

Semasa hidupnya, Mohammed Morsi dikenal sebagai pemimpin kelompok Muslim terbesar di Mesir, Ikhwanul Muslimin, yang sekarang eksistensinya dianggap terlarang.

Morsi terpilih sebagai presiden Mesir pada 2012 dalam pemilihan bebas pertama di negara itu, menyusul kudeta terhadap pemimpin lama Hosni Mubarak, setahun sebelumnya.

Namun, pada 2013, militer Mesir menggulingkan kepemimpinan Morsi akibat protes besar-besaran terhadap Ikhwanul Muslimin, yang berujung pada terjadinya tindak kekerasan.

Morsi dan beberapa tokoh penting lainnya di Ikhwanul Muslimin ditangkap oleh militer, dan dipenjara dengan berbagai dakwaan.

Sang eks pemimpin dipenjara sejak penangkapannya, dan sempat dijatuhi hukuman mati karena perannya dalam kerusuhan penjara massal selama pemberontakan 2011, yang menggulingkan Mubarak.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Kerusuhan Meluas ke Sorong, Massa Rusak Fasilitas Bandara Serta Bakar Mobil dan Motor
GoNews Mahasiswa Papua dan Warga Saling Lempar Batu di Makassar, Kapolres Ikut Melerai
GoNews Ustaz Abdul Somad Heran, Ceramah dalam Masjid 3 Tahun Lalu Kok Baru Viral dan Dilaporkan Sekarang
GoNews Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Laporkan Ustaz Abdul Somad ke Bareskrim
GoNews Tiga Polisi Terluka Akibat Kerusuhan di Manokwari
GoNews Massa Bakar Kantor DPRD Papua Barat, Suasana Mencekam
GoNews Sri Mulyani Sebut Anggaran untuk Pendidikan Rp 505,8 Triliun Naik dari 2014 yang Hanya Rp 250 Triliun
GoNews Ikan Lele Diejek-ejek oleh Buzzer-buzzer Nakal, Menteri Susi: Padahal Hasilnya Luar Biasa
GoNews Ternyata Perdana Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew Belajar GBHN dari Pak Harto
GoNews Mitsubishi Fokus Kembangkan Model SUV dengan Teknologi Listrik
GoNews Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Otomotif Dalam Rangka Produksi Mobil Listrik
GoNews KM Mina Sejati Dibajak 3 ABK-nya, 2 Penumpang Tewas karena Mencebur ke Laut, 18 Belum Diketahui Nasibnya
GoNews Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
GoNews Kakinya Tertusuk Paku Berkarat, Gadis Paskibraka Pembawa Baki Ini Tetap Jalankan Tugasnya Sambil Meringis
GoNews Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
wwwwww