Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
16 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
16 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
15 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
15 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
16 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
16 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa

Pesawat Turbulensi Hebat, Pramugari Terlempar, Penumpang: Saya Pikir Kita Semua Harus Mati

Pesawat Turbulensi Hebat, Pramugari Terlempar, Penumpang: Saya Pikir Kita Semua Harus Mati
Suasana dalam kabin pesawat ALK Airlines saat turbulensi hebat. (fajar.co.id)
Kamis, 20 Juni 2019 14:47 WIB
BASEL - Turbulensi hebat terjadi pada pesawat ALK Airlines dalam penerbangan dari Kosovo menuju Swiss pada Ahad (16/6/2019).

Dilaporkan Channel News Asia, Rabu (19/6/2019), berdasarkan situs penerbangan AeroInside, pesawat bernomor VBB-7205 itu membawa sekitar 121 orang dan berada di Tyrol Selatan sebelum mendarat di Basel.

Sekitar 30 menit jelang mendarat, pesawat itu mengalami turbulensi hebat karena mencoba menghindari sel badai petir yang terisolasi.

Seorang penumpang bernama Morjeta Basha yang merekam kejadian tersebut berujar, dirinya yakin mereka bakal mati. Video rekaman Basha itu memperlihatkan para penumpang yang berteriak setelah pesawat Boeing 737-300 itu terguncang.

''Orang-orang mulai menjerit dan menangis. Seorang pramugari membanting troli-nya di langit-langit. Cangkir-cangkir terbang, ada yang tersiram air panas. Saya pikir kita semua harus mati,'' kata Basha.

Suaminya tersiram air panas, dan dibawa ke rumah sakit dengan penumpang lain yang terluka, menurut laporan itu. Namun, kru tetap tenang sepanjang insiden itu.

''Mereka memberi tahu kami bahwa kami tidak perlu takut, dan semuanya akan berlalu,'' kata Basha.

Pesawat akhirnya bisa mendarat dengan aman di Basel, dimana 10 penumpang dibawa ke rumah sakit akibat cedera ringan.

Setelah sekitar dua setengah jam, pesawat melanjutkan penerbangan kembali.

Menurut AeroInside, ALK Airlines melaporkan bahwa tanda-tanda sabuk pengaman menyala pada saat kejadian, karena awak pesawat mengantisipasi kemungkinan turbulensi.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com dan fajar.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww