Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
Ekonomi
8 jam yang lalu
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
2
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
DPR RI
9 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
3
Inikah 'New Normal' di DPR? Penggunaan 'Smartcard' dan Penerapan 'Paperless'
DPR RI
5 jam yang lalu
Inikah New Normal di DPR? Penggunaan Smartcard dan Penerapan Paperless
4
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki 'New Normal'
DPR RI
9 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki New Normal
5
Satgas Covid-19 DPR Terima Paparan Data Pandemi dari Kemenkes
DPR RI
8 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR Terima Paparan Data Pandemi dari Kemenkes
6
DPR Tak Yakin New Normal Bisa Selamatkan Sektor Ekonomi
Politik
7 jam yang lalu
DPR Tak Yakin New Normal Bisa Selamatkan Sektor Ekonomi

Sebut Petugas KPPS Diracun, Ustaz Rahmat Baequni Minta Maaf

Sebut Petugas KPPS Diracun, Ustaz Rahmat Baequni Minta Maaf
Ustaz Rahmat Baequni (tengah depan). (kumparan.com)
Jum'at, 21 Juni 2019 07:27 WIB
JAKARTA - Ustaz Rahmat Baequni meminta maaaf terkait pernyataannya yang viral di media sosial tentang dugaan petugas KPPS meninggal karena diracun.

Dikutip dari kumparan.com, Rahmat mengaku tidak bermaksud menyebarkan informasi hoaks mengenai penyebab kematian para petugas KPPS tersebut.

''Saya Rahmat Baequni, yang selama ini menjadi viral bahwa saya dituduh menyebarkan berita hoaks tentang anggota KPPS yang saya mengatakan mereka mati diracun,'' kata dia ketika dihubungi, Kamis (20/6) malam.

''Sekali lagi demi Allah saya bersumpah atas nama Allah bahwa saya tidak bermaksud menyebarkan hoaks itu,'' tambah dia.

Rahmat menjelaskan pernyataannya soal petugas KPPS diracun hanya mengutip konten di Instagram yang diutarakan oleh beberapa orang dan pernyataan-pernyataan yang sempat pula menjadi pembahasan di media nasional.

''Tetapi saya hanya mengutip, berita yang saat itu beredar di media sosial di Instagram yang beberapa orang. Semua orang pun bahkan di majelis itu juga pada mengatakan bahwa 'iya tahu' bahwa ada informasi mereka seperti itu,'' ungkap dia.

''Itu saya dapatkan saya hanya mengutip saja, demi Allah saya hanya mengutip saja dari media sosial yang saat itu sedang ramai, dan apalagi memang sudah diberitakan dengan ada beberapa di ILC (Indonesia Lawyer Club) dan sebagainya,'' lanjut dia.

Rahmat pun menyampaikan permohonan maafnya kepada kepolisian, masyarakat, dan KPU. Sekali lagi, dia menegaskan, tidak bermaksud untuk menyebarkan hoaks di kalangan masyarakat.

''Maka dari itu saya meminta maaf kepada aparat kepolisian RI dan kepada masyarakat termasuk kepada KPU bahwa saya tidak bermaksud menyebarkan hoaks,'' ungkap dia.

Terkait kasus ini, Polda Jabar telah menerima berkas kasus Rahmat Baequni dari Mabes Polri. Namun demikian, belum bisa disampaikan berkas kasus apakah terkait kasus hoaks atau tidak. Saat ini, polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap berkas tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam

wwwwww