Agar Bisa Sekolah, Anak-anak Desa Ini Dimasukkan ke Kantong Plastik Saat Seberangi Sungai yang Deras

Agar Bisa Sekolah, Anak-anak Desa Ini Dimasukkan ke Kantong Plastik Saat Seberangi Sungai yang Deras
Seorang pria menyeberangkan anaknya yang berada dalam kantong plastik besar di sungai yang dalam dan deras, agar bisa sampai ke sekolah dalam keadaan kering. (lp6c)
Selasa, 25 Juni 2019 17:32 WIB
VIETNAM - Berbagai cara dilakukan orangtua agar anaknya bisa sekolah. Bahkan tak jarang, orangtua melakukan cara-cara yang unik dan berisiko agar anaknya bisa sampai ke sekolah dalam keadaan kering.

Dikutip dari liputan6.com yang melansir World of Buzz, Selasa (25/6/2019), karena transportasi masih kerap menjadi kendala bagi para siswa untuk bisa sampai di sekolah, sejumlah orangtua di Vietnam memutuskan untuk memasukkan anak-anak mereka ke dalam kantong plastik besar untuk menyeberangi sungai dengan arus yang deras.

Setiap hari, seorang pria tampak membantu anak-anak menyeberangi sungai menggunakan plastik besar agar mereka dapat pergi ke sekolah dengan kondisi kering.

Foto pria yang mengangkut para siswa dengan plastik sambil berenang melintasi sungai yang mengalir deras bahkan menjadi sorotan hingga perbincangan warganet.

Lumrah Terjadi

Pemandangan tersebut memang biasa dilihat warga di Desa Houi Ha selama musim hujan dari bulan Juni hingga Oktober setiap tahunnya. Karena selama musim panas, akan ada jembatan yang dibangun untuk memungkinkan orang menyeberangi sungai. Namun, selama musim hujan, arus air akan meningkat dan permukaan air juga akan naik.

Oleh karena itu, jembatan tidak dapat bertahan dan arus yang tinggi akan membahayakan rakit, yang biasanya digunakan untuk menyeberangi sungai.

Karena kondisi tersebut, orang tua tidak punya pilihan selain mempekerjakan seorang pria untuk membantu anak-anak sampai ke sekolah meski dibungkus dalam plastik.

Meski penuh perjuangan selama menyeberangi sungai, anak-anak masih harus berjalan sejauh 15 km untuk bisa sampai ke sekolah mereka. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Kapolri Ungkap 400 Kombes Berebut Jadi Brigjen, Banyak yang Cari Dukungan dan Keluarkan Uang
GoNews Sempat Terbang dan Kembali ke Embarkasi, Pesawat Garuda Pengangkut Jamaah Haji Delay 11 Jam
GoNews Pemerintah Alokasikan Rp10 Triliun untuk Tunjangan Pengangguran
GoNews Korban Salah Tangkap, Disiksa, Dipaksa Mengaku Membunuh dan Dipenjara 3 Tahun, 4 Pengamen Tuntut Ganti Rugi
GoNews Setelah Kisah Pilunya Tinggal di Toilet Sekolah Diberitakan Media, Bantuan Mengalir kepada Guru Honor Nining
GoNews Arab Saudi dan Negara Teluk Dukung Kebijakan China Penjarakan 1,5 Juta Muslim Uighur dan Dilarang Shalat
GoNews Pembangunan Ibukota Baru di Kalimantan akan Dimulai, Ini Persiapannya
GoNews Bali Pernah Diterjang Tsunami yang Merenggut Ribuan Jiwa
GoNews Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Sebelum Gempa M 6,0 Guncang Bali, Begini Penjelasan BMKG
GoNews Anak Guru Mengaji dari Solok Selatan Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019
GoNews Usai Bertemu Prabowo, Amien Rais: Sampai Sekarang Pun Alhamdulillah Masih Istiqomah
GoNews Konsumsi Rokok Penduduk Miskin Indonesia Terbesar Kedua, Kalahkan Telur dan Daging Ayam
GoNews Hasil Kajian KPK, 40 Persen Sektor Industri Kelapa Sawit Tak Patuh Bayar Pajak
GoNews Kata Pengamat, Penumpang Berhak Ambil Gambar dalam Pesawat karena Sudah Bayar Tiket dan Demi Keselamatan
GoNews Garuda Larang Ambil Gambar dalam Pesawat, Ini Alasannya
GoNews Dikirim Sehari Sebelum Bertemu Jokowi, Ini Isi Surat Prabowo kepada Amien Rais
GoNews Dua Tahun Berlalu, Polri Tak Juga Mampu Ungkap Penganiaya Novel, ICW Cs Melapor ke Polisi Tidur
GoNews Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Bali, Siswa dan Guru di Jembrana Berhamburan
wwwwww