Pangkas KKN, Imigrasi Riau Maksimalkan Layanan Paspor Satu Hari

Pangkas KKN, Imigrasi Riau Maksimalkan Layanan Paspor Satu Hari
Selasa, 25 Juni 2019 22:20 WIB
PEKANBARU - Imigrasi Riau terus berkomitmen menghapus KKN dalam tubuh birokrasinya. Salah satunya dengan memaksimalkan pelayanan paspor satu hari.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau, M Diah menyatakan layanan terbaru berupa pembuatan paspor proses cepat dalam satu hari bertujuan untuk menghilangkan celah terjadinya pelanggaran korupsi, kolusi dan nepotisme atau KKN pada pelayanan keimigrasian di daerah itu.

“Intisari dari kebijakan paspor satu hari ini adalah komitmen supaya tidak ada lagi penyimpangan di layanan keimigrasian. Kita tutup celah pelanggaran ataupun pelayanan keimigrasian yang berpeluang terjadi KKN,” kata M Diah di Pekanbaru, Selasa.

Layanan pembuatan paspor dalam sehari itu mengedepankan sistem yang transparan. Pemohon mendapat kepastian berapa lama waktu yang dibutuhkan, tidak perlu antre lama bahkan bisa mendaftar secara online.

Selain itu, peluang untuk terjadi percaloan dan suap dalam pembuatan paspor juga dihilangkan karena pemohon tidak perlu membayar ke petugas kantor imigrasi.

“Tidak perlu bayar ke petugas tapi langsung transfer ke pihak bank. Jadi potensi kontak langsung dengan petugas berkurang, kita berusaha wujudkan zona integritas yang bebas korupsi, birokrasi bersih untuk melayani,” katanya.

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Riau, Mas Agus Santoso menambahkan penjelasan tentang layanan paspor satu hari tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 28/2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kemenkumham RI.

“Layanan percepatan paspor selesai pada hari yang sama tarifnya sebesar Rp1 juta per permohonan,” katanya.

Dalam PP tersebut juga dijelaskan tentang perubahan tarif pembuatan paspor. Untuk paspor biasa 48 halaman tarif per permohonan kini Rp350 ribu dari Rp300 ribu. Namun, untuk pembuatan paspor kini tidak dikenakan jasa penggunaan teknologi SIMKIM sebesar Rp55 ribu.

“Jadi kalau mau bikin paspor biasa, tapi ingin sehari jadi, tarifnya adalah Rp1 juta ditambah Rp350 ribu,” kata Mas Agus.

Kemudian untuk paspor elektronik 48 halaman tarifnya naik menjadi Rp650 ribu dari Rp600 ribu. Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk WNI tarifnya Rp100 ribu dari sebelumnya Rp50 ribu. Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk orang asing juga sama tarifnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antaranews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Kanwil Hukum dan HAM Ingatkankan Dinas Pendidikan Pekanbaru untuk tidak Sekolahkan Anak Pengungsi di SD Negeri
GoNews Mulai Tahun Ini, Anak Imigran dari Berbagai Negara Sudah Bisa Masuk SD Negeri di Pekanbaru
GoNews Pemerintah Alokasikan Rp10 Triliun untuk Tunjangan Pengangguran
GoNews Korban Salah Tangkap, Disiksa, Dipaksa Mengaku Membunuh dan Dipenjara 3 Tahun, 4 Pengamen Tuntut Ganti Rugi
GoNews Setelah Kisah Pilunya Tinggal di Toilet Sekolah Diberitakan Media, Bantuan Mengalir kepada Guru Honor Nining
GoNews Arab Saudi dan Negara Teluk Dukung Kebijakan China Penjarakan 1,5 Juta Muslim Uighur dan Dilarang Shalat
GoNews Pembangunan Ibukota Baru di Kalimantan akan Dimulai, Ini Persiapannya
GoNews Bali Pernah Diterjang Tsunami yang Merenggut Ribuan Jiwa
GoNews Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Sebelum Gempa M 6,0 Guncang Bali, Begini Penjelasan BMKG
GoNews Anak Guru Mengaji dari Solok Selatan Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019
GoNews Usai Bertemu Prabowo, Amien Rais: Sampai Sekarang Pun Alhamdulillah Masih Istiqomah
GoNews Konsumsi Rokok Penduduk Miskin Indonesia Terbesar Kedua, Kalahkan Telur dan Daging Ayam
GoNews Hasil Kajian KPK, 40 Persen Sektor Industri Kelapa Sawit Tak Patuh Bayar Pajak
GoNews Kata Pengamat, Penumpang Berhak Ambil Gambar dalam Pesawat karena Sudah Bayar Tiket dan Demi Keselamatan
GoNews Garuda Larang Ambil Gambar dalam Pesawat, Ini Alasannya
GoNews Dikirim Sehari Sebelum Bertemu Jokowi, Ini Isi Surat Prabowo kepada Amien Rais
GoNews Dua Tahun Berlalu, Polri Tak Juga Mampu Ungkap Penganiaya Novel, ICW Cs Melapor ke Polisi Tidur
GoNews Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Bali, Siswa dan Guru di Jembrana Berhamburan
wwwwww