Laporkan Kematian Ratusan Petugas KPPS, Massa Aksi di MK Datangi Komnas HAM Besok

Laporkan Kematian Ratusan Petugas KPPS, Massa Aksi di MK Datangi Komnas HAM Besok
Koordinator aksi Abdullah Hehamahua. (republika.co.id)
Kamis, 27 Juni 2019 18:24 WIB
JAKARTA - Massa yang menggelar aksi di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini (27/6), berencana mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) besok, Jumat (28/6) besok.

Dikutip dari republika.co.id, massa akan melapor ke Komnas HAM tentang kasus kematian ratusan orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019.

''Besok salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa salat jumat, dan datang ke Komnas HAM untuk melaporkan kasus KPPS yang meninggal,'' ujar Koordinator aksi Abdullah Hehamahua sebelum membubarkan aksi di sekitar Gedung MK, atau tepatnya di depan Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (27/6).

Dari Komnas HAM, massa juga berencana mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Mereka akan melaporkan proses pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang dituding banyak kecurangan.

''Kami juga melaporkan ke DPR agar DPR juga memanggil KPU, Polri, Bawaslu, atau instansi terkait agar mengawasi Pemilu,'' ujar Abdullah.

Sementara itu, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis meminta massa aksi untuk menerima segala putusan terkait sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2019 dari Mahkamah Konstitusi (MK) meski memenangkan kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

''Kita tetap akan berjuang, kita akan siap jihad panjang, lihat konstitusional, harus pasang komitmen dari sekarang, harus mengikuti kebenaran,'' ujar Sobri kepada massa aksi.

Terakhir, ia berpesan kepada massa aksi agar membubarkan diri dengan tertib dan tak usah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan pihaknya.

''Kita tetap akan berjuang, kita akan siap jihad panjang, lihat konstitusional, harus pasang komitmen dari sekarang, harus mengikuti kebenaran,'' ujar Sobri kepada massa aksi.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Kapolri Ungkap 400 Kombes Berebut Jadi Brigjen, Banyak yang Cari Dukungan dan Keluarkan Uang
GoNews Sempat Terbang dan Kembali ke Embarkasi, Pesawat Garuda Pengangkut Jamaah Haji Delay 11 Jam
GoNews Pemerintah Alokasikan Rp10 Triliun untuk Tunjangan Pengangguran
GoNews Korban Salah Tangkap, Disiksa, Dipaksa Mengaku Membunuh dan Dipenjara 3 Tahun, 4 Pengamen Tuntut Ganti Rugi
GoNews Setelah Kisah Pilunya Tinggal di Toilet Sekolah Diberitakan Media, Bantuan Mengalir kepada Guru Honor Nining
GoNews Arab Saudi dan Negara Teluk Dukung Kebijakan China Penjarakan 1,5 Juta Muslim Uighur dan Dilarang Shalat
GoNews Pembangunan Ibukota Baru di Kalimantan akan Dimulai, Ini Persiapannya
GoNews Bali Pernah Diterjang Tsunami yang Merenggut Ribuan Jiwa
GoNews Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Sebelum Gempa M 6,0 Guncang Bali, Begini Penjelasan BMKG
GoNews Anak Guru Mengaji dari Solok Selatan Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019
GoNews Usai Bertemu Prabowo, Amien Rais: Sampai Sekarang Pun Alhamdulillah Masih Istiqomah
GoNews Konsumsi Rokok Penduduk Miskin Indonesia Terbesar Kedua, Kalahkan Telur dan Daging Ayam
GoNews Hasil Kajian KPK, 40 Persen Sektor Industri Kelapa Sawit Tak Patuh Bayar Pajak
GoNews Kata Pengamat, Penumpang Berhak Ambil Gambar dalam Pesawat karena Sudah Bayar Tiket dan Demi Keselamatan
GoNews Garuda Larang Ambil Gambar dalam Pesawat, Ini Alasannya
GoNews Dikirim Sehari Sebelum Bertemu Jokowi, Ini Isi Surat Prabowo kepada Amien Rais
GoNews Dua Tahun Berlalu, Polri Tak Juga Mampu Ungkap Penganiaya Novel, ICW Cs Melapor ke Polisi Tidur
GoNews Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Bali, Siswa dan Guru di Jembrana Berhamburan
wwwwww