Muslim Finlandia Tak Miliki Pemakaman Sesuai Syariat Islam

Muslim Finlandia Tak Miliki Pemakaman Sesuai Syariat Islam
Umat Islam Finlandia. (republika.co.id)
Kamis, 27 Juni 2019 14:45 WIB
JAKARTA - Muslim Finlandia sudah berusaha mendapatkan lokasi pemakaman sesuai syariat Islam sejak tahun 2008 lalu, namun hingga kini belum membuahkan hasil.

''Anda pasti akan berpikir bahwa pemakaman mudah ditemukan di wilayah Uusimaa,'' kata Wakil Ketua Dewan Islam Finlandia Pia Jardi seperti dilansir dari OnIslam.net.

Padahal, ungkap Jardia, usaha umat Islam mengajukan proposal di 16 kota yang berbeda dan kota-kota di wilayah Uusimaa, Finlandia Selatan, untuk sebuah pemakaman sudah dilakukan belasan tahun.

Bahkan, mereka menyewa seorang konsultan untuk mendapatkan sebidang tanah. Namun, tak satu pun dari tawaran ini yang berhasil.

Jardi menjelaskan, selama ini pihaknya telah memberi banyak penjelasan kepada Dewan Kota tentang Islam dan pemakamannya sendiri. Namun, anggota Dewan Kota mengklaim tanah di kota mereka tidak ada yang cocok dijadikan makam Islam. Ia menduga, alasan sebenarnya karena sikap dingin warga mayoritas terhadap umat Muslim.

''Mungkin itu ada hubungannya dengan kurangnya kemauan politik (non-Muslim),'' ujar Jardi.

Ia menilai, masalah sebenarnya terletak pada kota- kota besar yang tidak memberikan fasilitas semacam itu.

Selama bertahun-tahun, Muslim Finlandia harus rela menguburkan sanak saudaranya yang meninggal di ‘bagian Muslim’ yang menyatu di area pemakaman Gereja Lutheran.

Beberapa kasus menunjukkan orang meninggal terpaksa dikubur di luar negeri, meski keluarganya tidak mampu. Itu karena tidak ada kuburan yang cocok di kota mereka sendiri. ''Kaum Muslim di sini ingin memiliki pemakaman Islam,'' tutur Jardi. 

Kelompok Minoritas

Umat Islam adalah kelompok minoritas di Finlandia. Jumlah penganut Islam sebesar 50 ribu-60 ribu jiwa. Sebagian besar dari mereka tinggal di kawasan Finlandia Selatan.

Dalam struktur pemerintahannya, Finlandia termasuk negara yang memberikan kebebasan beragama bagi warganya. Sehingga, meski Islam adalah minoritas, Muslim Finlandia dapat beribadah dengan leluasa.

Tak ada batasan ruang gerak untuk Muslim yang ingin menjalankan shalat Jumat, shalat Id, berhijab, bahkan para pedagang yang ingin menyediakan makanan halal. Tak heran bila ikan salmon, bagi Muslim Finlandia, selain merupakan mesin penghasil uang terbesar, juga dijadikan sebagai makanan alternatif yang terjamin kehalalannya.

Umat Islam di Finlandia juga tidak kesulitan mendirikan masjid. Mereka berhasil mendirikan sekira 18 masjid di Finlandia. Sebagian besar memang bangunan biasa yang dialihfungsikan menjadi masjid. Masjid-masjid itu digunakan oleh banyak komunitas Muslim untuk kegiatan-kegiatan ibadah. 

Didominasi imigran 

Islam masuk ke Finlandia pada 1870- 1920. Saat itu, imigran Muslim The Baltic Tatars (asal Turki) yang berprofesi sebagai pedagang dan tentara tiba di Finlandia pada akhir abad ke-19. Mereka kemudian membawa anggota keluarganya untuk bersama-sama menghuni kawasan Finlandia.

Dalam waktu singkat, para imigran Muslim yang jumlahnya tidak sedikit tersebut membentuk perkumpulan pada 1925. Terbentuklah Asosiasi Muslim Finlandia (Finnish Islamic Association). Sayangnya, komunitas ini hanya menerima orang-orang yang berkebangsaan Tatar atau Turki sebagai anggotanya. Jumlah anggota mereka hingga kini diperkirakan mencapai 1.000 Muslim Tatar.

Gelombang imigran yang kebanyakan adalah Muslim terus mengalami peningkatan signifikan pada awal 1990-an. Satu persatu masjid dan organisasi komunitas Muslim bermunculan. Pada 1996, tercetuslah ide dari kelompok-kelompok tersebut untuk bersama-sama membentuk komunitas Muslim baru. Komunitas Muslim modern di Finlandia yang lebih kooperatif dan muncullah nama The Federation of Islamic Organizations in Finland.

Meski kaum minoritas, ada puluhan komunitas Muslim independen yang berdiri di Finlandia. Selain Finnish Islamic Association (milik suku bangsa Tatar) dan The Federation of Islamic Organizations in Finland pada 1987 berdiri pula komunitas Muslim yang menamakan diri mereka The Islamic Society of Finland atau Masyarakat Islam Finlandia. Anggotanya didominasi warga kebangsaan Arab yang menjadi warna negara Finlandia.

Komunitas Muslim tersebut memiliki masjid di daerah Helsinki, Tampere, dan Lahti. Namun, satu-satunya bangunan yang memang didirikan sebagai masjid bukan hanya bangunan alih fungsi, terletak di Jarvenpaa.

Di Helsinki, masyarakat memiliki masjid dan sekolah Alquran. Di daerah yang menjadi ibu kota Finlandia tersebut, saat ini berdiri Helsinki Islamic Center. Lembaga ini beranggotakan 2.000 Muslim. Tidak semua Muslim di Finlandia menjadi anggota resmi suatu komunitas atau kelompok tertentu.

Sebagian besar masjid menggunakan beragam bahasa. Namun, bahasa yang paling umum digunakan adalah bahasa Inggris dan Finlandia. Saat melakukan kegiatan keagamaan di masjid, bahasa Arab yang paling mendominasi.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
wwwwww