Sandiaga Uno: Perjuangan Kita Tidak Berhenti Sampai di Sini

Sandiaga Uno: Perjuangan Kita Tidak Berhenti Sampai di Sini
Sandiaga Uno. (int)
Senin, 01 Juli 2019 14:46 WIB
JAKARTA - Mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan, proses Pemilu Presiden 2019 memang telah usai, namun perjuangan belum selesai.

Dikutip dari tribunnews.com, menurut Sandiaga Uno, perjuangan bisa dilakukan dengan banyak cara, tanpa harus berada di struktur pemerintahan.

''Perjuagan kita tidak berhenti sampai di sini dan perjuangan untuk memajukan bangsa dan negara tidak harus selalu dalam struktur pemerintahan. Ikhtiar untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, mewujdukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dapat dilakukan dalam banyak cara,'' kata Sandiaga dalam akun intagramnya, Senin (1/7/2019).

Lazimnya dalam sebuah Pemilu, menurut Sandiaga, pihak yang menang akan duduk di pemerintahan. Sementara yang kalah akan menjadi penyeimbang atau oposisi untuk memberikan masukan yang konstruktif dan mengontrol pemerintah.

''Karena demokrasi yang sehat ibarat tepukan tangan, diperlukan dua tangan untuk bertepuk. Bila demokrasi ingin sehat, harus ada perimbangan antara yang menjalankan pemerintahan dan yang mengontrol jalannya pemerintahan,'' katanya.

Sandiaga menegaskan, kontestasi Pemilu baginya bukanlah ajang permusuhan atau peperangan. Sama halnya ketika memilih untuk menjadi penyeimbang, bukan berarti tidak ingin bersama-sama pemerintah.

''Tapi justru karena kita ingin bersama-sama menjaga keutuhan negara. Bila ada mekanisme saling cek, saling kontrol dan saling mengingatkan, maka Insya Allah jalannya pemerintahan akan baik,'' katanya.

Selain eksekutif, dalam kehidupan bernegara menurutnya ada legislatif dan yudikatif. Bila tidak bisa mengambil peran eksekutif, maka ada legislatif dalam upaya menjaga dan membangun kehidupan bernegara.

''Dengan demikian, saling jaga, saling kontrol dapat dilakukan. Setelah keputusan ini, seluruh komponen bangsa harus kembali bersatu bekerja sama, bahu membahu menjaga. Perbedaan politik jangan jadi permusuhan, kekecewaan politik oleh sebab apapun tidak harus membuat kita berhenti berjuang bagi kepentingan bangsa,'' pungkasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Kapolri Ungkap 400 Kombes Berebut Jadi Brigjen, Banyak yang Cari Dukungan dan Keluarkan Uang
GoNews Sempat Terbang dan Kembali ke Embarkasi, Pesawat Garuda Pengangkut Jamaah Haji Delay 11 Jam
GoNews Pemerintah Alokasikan Rp10 Triliun untuk Tunjangan Pengangguran
GoNews Korban Salah Tangkap, Disiksa, Dipaksa Mengaku Membunuh dan Dipenjara 3 Tahun, 4 Pengamen Tuntut Ganti Rugi
GoNews Setelah Kisah Pilunya Tinggal di Toilet Sekolah Diberitakan Media, Bantuan Mengalir kepada Guru Honor Nining
GoNews Arab Saudi dan Negara Teluk Dukung Kebijakan China Penjarakan 1,5 Juta Muslim Uighur dan Dilarang Shalat
GoNews Pembangunan Ibukota Baru di Kalimantan akan Dimulai, Ini Persiapannya
GoNews Bali Pernah Diterjang Tsunami yang Merenggut Ribuan Jiwa
GoNews Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Sebelum Gempa M 6,0 Guncang Bali, Begini Penjelasan BMKG
GoNews Anak Guru Mengaji dari Solok Selatan Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019
GoNews Usai Bertemu Prabowo, Amien Rais: Sampai Sekarang Pun Alhamdulillah Masih Istiqomah
GoNews Konsumsi Rokok Penduduk Miskin Indonesia Terbesar Kedua, Kalahkan Telur dan Daging Ayam
GoNews Hasil Kajian KPK, 40 Persen Sektor Industri Kelapa Sawit Tak Patuh Bayar Pajak
GoNews Kata Pengamat, Penumpang Berhak Ambil Gambar dalam Pesawat karena Sudah Bayar Tiket dan Demi Keselamatan
GoNews Garuda Larang Ambil Gambar dalam Pesawat, Ini Alasannya
GoNews Dikirim Sehari Sebelum Bertemu Jokowi, Ini Isi Surat Prabowo kepada Amien Rais
GoNews Dua Tahun Berlalu, Polri Tak Juga Mampu Ungkap Penganiaya Novel, ICW Cs Melapor ke Polisi Tidur
GoNews Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Bali, Siswa dan Guru di Jembrana Berhamburan
wwwwww