Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
24 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
2
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Peristiwa
23 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
MPR RI
20 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
MPR RI
20 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
5
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Politik
20 jam yang lalu
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
6
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
Olahraga
20 jam yang lalu
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet

Usai PPDB Dilakukan Pendistribusian Guru

Usai PPDB Dilakukan Pendistribusian Guru
Ilustrasi. (bernas)
Selasa, 02 Juli 2019 19:09 WIB
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera melaksanakan program pendistribusian guru setelah proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2019 selesai.

Dikutip dari republika.co.id, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Supriano mengatakan, untuk memudahkan pendistribusian guru tersebut, pihaknya sedang menyiapkan aplikasinya.

Supriano menjelaskan, aplikasi nantinya bisa menunjukkan sekolah mana yang kelebihan atau kekurangan guru. ''Misalnya ada empat SMP, SMP 1, SMP 2, SMP 3, SMP 4. Terus tinggal kita klik, misalnya SMP Negeri 1. Itu otomatis akan terlihat, oh ada guru kelebihan atau kurang,'' kata Supriano, di Kantor Kemendikbud, Selasa (2/7).

Supriano memberi contoh, ada guru matematika di suatu SMP yang kelebihan dua orang, maka guru-guru yang berlebih ini akan didistribusikan ke sekolah lainnya yang masih membutuhkan guru matematika.

Meskipun demikian, lanjut dia, yang menentukan guru tersebut bisa dipindah ke sekolah lain adalah Dinas Pendidikan setempat.

Supriano mengatakan, pertimbangan-pertimbangan seorang guru akan masuk ke sekolah mana ada datanya di Dinas Pendidikan. Ia menjelaskan, ada dua jenis guru, yakni guru negeri dan guru non-PNS.

Baik guru negeri, maupun non-PNS ada yang bersertifikat dan ada yang belum. Supriano menuturkan, apabila ada guru non-PNS yang bersertifikat maka akan didistribusikan ke sekolah lain yang belum memiliki guru bersertifikat.

''Kalau ada guru non-PNS yang bersertifikat misalnya, kita distribusikan ke sekolah yang lain. Jangan semua numpuk di sana,'' kata Supriano menjelaskan.

Pendistribusian guru ini, kata Supriano, akan tetap berdasarkan zona yang saat ini digunakan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Agenda pendistribusian guru ini akan segera dilakukan setelah PPDB berakhir.

''Kalau zonasi sudah ditetapkan oleh Kabupaten/Kota, itu kan mudah sekali untuk mendistribusikan guru. Pokoknya begini, begitu PPDB selesai ini akan mendistribusikan guru. Ini sekarang kita fokus ke PPDB. Begitu PPDB selesai, SK bupati tentang PPDB ada, udah kita lanjut,'' kata dia lagi.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww