Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
16 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
16 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
15 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
16 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Ekonomi
12 jam yang lalu
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik

Wanita yang Bawa Anjing Masuk Masjid Derita Gangguan Jiwa, AKBP Dicky: Penyakit Tak Langsung Batalkan Proses Hukum

Wanita yang Bawa Anjing Masuk Masjid Derita Gangguan Jiwa, AKBP Dicky: Penyakit Tak Langsung Batalkan Proses Hukum
Suzethe Margaret (kanan), wanita yang mengamuk dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Kabupaten Bogor, sambil membawa anjing dan memakai sepatu, Ahad (29/6) siang. (kumparan)
Selasa, 02 Juli 2019 08:01 WIB
BOGOR - Suzethe Margaret (52), wanita yang ngamuk dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Kabupaten Bogor, sambil membawa anjing dan memakai sepatu, menderita gangguan jiwa dengan dua jenis skizofrenia.

Demikian hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati terhadap Suzethe Margaret. Pelaku sudah menjalani perawatan kejiwaan sejak 2013.

Dikutip dari kumparan.com, menanggapi hal itu, Kapolres Kabupaten Bogor AKBP AM Dicky mengatakan, penyidik akan melibatkan ahli untuk mengukur tingkat keparahan penyakit yang dialami Suzethe.

Dicky menyebutkan, sebuah penyakit tidak dapat langsung membatalkan proses hukum.

''Nanti kita kaji lagi tingkat penyakitnya, karena saya juga belum dapat pemberitahuan resmi,'' kata Dicky kepada kumparan, Selasa (2/7).

''Ahli akan dilibatkan seberapa tinggi penyakit SM, karena penyakit tidak bisa membatalkan proses hukum,'' imbuh Dicky.

Dicky mengungkapkan, status hukum Suzethe akan ditentukan setelah pemeriksaan 24 jam kedepan. Polisi tidak menutup kemungkinan Suzethe dijerat pasal penistaan agama.

''Status hukum akan ditentukan besok,'' ujar Dicky.

Suzethe Margarette yang viral karena marah-marah dan membawa anjing ke dalam Masjid Al-Munawarah, Sentul, Bogor, kini dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia divonis mengidap dua jenis penyakit skizofrenia, yaitu skizofrenia paranoid dan skizoafektif.

Kepala RS Polri Brigjen Musyafak mengatakan, perawatan Suzethe melibatkan tiga orang dokter dan psikiater dari RS Polri serta dua dokter dari Bogor yang sudah menanganinya sejak 2013.

Suzethe akan dirawat di RS Polri untuk penanganan dan perawatan lebih lanjut. Sejauh ini belum ada informasi berapa lama Suzette akan ditangani di RS Polri.

''Nah rencana kami seperti pasien lain karena yang menderita gangguan jiwa, kami berupaya memeriksa, mengobati dan merawat. Nanti ke penyidik dan mungkin saja bisa dirujuk ke RSJ,'' ucap Musyafak, Senin (1/7).***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam

wwwwww