Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
14 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
15 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
13 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
15 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
Kesehatan
11 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat

Ini Alasan Tukang Bubur Bunuh Siswi SD di Megamendung

Ini Alasan Tukang Bubur Bunuh Siswi SD di Megamendung
Polisi menunjukkan lokasi ditemukannya jasad Fira. (kumparan)
Kamis, 04 Juli 2019 09:39 WIB
BOGOR - Tukang bubur berinisial H diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap siswi SD bernama Fira Angella Nurhidayah (7), di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dikutip dari kumparan.com, H telah menyerahkan diri ke Polres Pemalang, Rabu (3/7) sekitar pukul 13.00 WIB, diantarkan keluarganya.

Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Suhadi menjelaskan pelaku nekat membunuh korban karena kesal digodain.

''Digoda-godain sama anak itu, dalam keadaan ngantuk, dia kesal dan dibunuh,'' kata Suhadi kepada kumparan, Rabu (3/7).

Kepada polisi, pelaku mengaku setiap hari memulai aktivitas pekerjaan sebagai penjual bubur pada pukul 03.00 WIB untuk memasak. Pelaku baru pulang dari jualan ke rumah kontrakannya pada pukul 11.00 WIB.

Dalam keadaan lelah itu, korban yang rumahnya tak jauh datang dan mengganggu pelaku. Korban mengganggu pelaku dengan cara menggedor-gedor pintu rumah kontrakan. Pelaku yang kesal kemudian gelap mata.

''Anak itu langsung dipegang badannya, kepalanya dimasukkan ke ember kurang lebih 10 menit. Enggak bergerak, terus anak itu ditaruh,'' ujarnya.

Pelaku yang merasa ketakutan lantas melarikan diri ke Surabaya dan kemudian pulang ke kampung halamannya di Pemalang, Jawa Tengah. Keluarga yang mengetahui berita pembunuhan tersebut lantas menyerahkan pelaku ke Polres Pemalang.

Kasus pembunuhan bocah SD tersebut diketahui pada Selasa (2/7). Awalnya, bocah tersebut dilaporkan menghilang oleh keluarga sejak Sabtu (29/6).

Mayat korban ditemukan setelah kakeknya mencurigai bau tidak sedap dari rumah kontrakan milik H, pada Selasa (2/7). Setelah didobrak paksa bersama polisi, ternyata bau busuk berasal dari mayat korban.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam

wwwwww