Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
12 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
2
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
11 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
11 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
11 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
5
Senator Dorong Komitmen Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Anak Didik di Tengah Pandemi
DPD RI
24 jam yang lalu
Senator Dorong Komitmen Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Anak Didik di Tengah Pandemi
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
11 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal

Bikin Perangkat Lelet, Google Chrome akan Blokir Otomatis Iklan yang Berat

Bikin Perangkat Lelet, Google Chrome akan Blokir Otomatis Iklan yang Berat
Jum'at, 05 Juli 2019 14:17 WIB
JAKARTA - Raksasa teknologi Google mulai gerah dengan banyaknya iklan yang muncul di aplikasi google chrome sehingga membuat pusing para user. Karenanya, google akan menciptakan senjata pemblokir iklan berat yang bikin browsing jadi lelet.

Mengutip laman 9to5Google, Jumat (5/7/2019), fitur ini masih diuji coba di peramban open-source Chromium, yang menjadi basis Google Chrome.

Sebelumnya, Google juga sudah mengembangkan ekstensi pemblokir iklan, namun baru kali ini raksasa teknologi itu fokus ke iklan yang bikin komputer jadi lelet.

Nantinya, ekstensi ini akan secara otomatis memblokir iklan yang masuk kategori 'bikin lelet' komputer, yaitu iklan yang memakan trafik jaringan 4MB dan 60 detik CPU.

Ketika diblokir, akan muncul pesan "Ad removed" dan pesan "This ad uses too many resources for your device, so Chrome removed it."

Sementara, belum diketahui kapan ekstensi ini bakal dibenamkan di browser Chrome.

Di sisi lain, layanan penyimpanan data berbasis cloud sedang populer. Namun, fungsinya masih bergantung pada internet. Akan menyusahkan jika ada file penting yang harus dibuka namun pengguna terbatas jaringan internet.

Untungnya, saat ini Google sedang melakukan uji coba mode offline Google Drive yang bisa dibuka di Google Chrome.

Dilansir Engadget, Rabu (26/6/2019), pengguna nantinya bisa mengakses documents, slides, spreadsheets dan kabarnya, bakal ditambah dengan kemampuan untuk menyimpan PDF, Microsoft Office dan file non-Google lainnya secara offline.

Saat ini Google mengijinkan pengguna untuk menandai file non-Google mereka di Drive secara offline. Sayangnya, fitur ini hanya berlaku bagi pengguna G Suite, dan mereka yang tidak berkesempatan bisa menggunakan browser Chrome untuk mencoba akses offline ini.

Pengguna harus mengaktifkan mode offline di pengaturan dokumen terlebih dahulu, lalu log in ke akun yang disetujui oleh G Suite, baru mereka bisa menyimpan file secara offline.

Fitur ini belum tersedia di Chrome OS, namun Google akan mengembangkannya. Pun, fitur ini juga belum sepenuhnya selesai digarap. Kita tunggu saja kelanjutannya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww