Siswi Muslim Diusir dari Kolam Renang karena Pakai Jilbab, Pemko Wilmington Ganti Rugi 50 Ribu Dolar

Siswi Muslim Diusir dari Kolam Renang karena Pakai Jilbab, Pemko Wilmington Ganti Rugi 50 Ribu Dolar
Ilustrasi wanita berenang menggunakan jilbab. (republika.co.id)
Jum'at, 05 Juli 2019 11:54 WIB
WILMINGTON - Selama setahun, sekelompok siswi Muslim di kota Wilmington di North Carolina, Amerika Serikat, tidak bisa menggunakan kolam renang umum, sebab pejabat setempat melarang mereka karena pakaian renang yang dikenakan. Kini, mereka kembali bisa menggunakan kolam renang umum.

Dikutip dari republika.co.id, siswa sekolah dasar dari Darul-Amaanah Academy diminta untuk meninggalkan Kolam Foster Brown di Delaware pada Juni 2018 lalu. Anak-anak, yang berpartisipasi dalam kamp peningkatan bahasa Arab musim panas itu mengenakan baju berbahan katun dan celana pendek serta jilbab di kepala.

Manajer kolam renang lantas meminta mereka pergi. Dia mengatakan, bahwa mereka melanggar kebijakan kota karena mengenakan baju katun di kolam renang umum. 

Kepala sekolah akademi tersebut, Tahsiyn A Ismaa'eel, mengatakan bahwa dia telah membawa siswanya ke kolam renang umum selama tiga tahun sebelum insiden itu terjadi.

''Tidak ada yang diinformasikan yang mengatakan Anda tidak bisa berenang dengan baju katun. Di saat yang sama, ada anak-anak lain memakai katun. Saya bertanya 'Mengapa anak-anaku diperlakukan berbeda?','' kata Ismaaeel, dilansir di The Independent, Kamis (4/7).

Saat peristiwa terjadi, Ismaaeel mengatakan sang manajer kemudian menyuruh seorang polisi datang  dan menanyakan jam berapa kelompok anak-anak sekolah Muslim ini pergi. 

Insiden ini menjadi berita utama nasional dan internasional. Perlakuan yang diterima akademi ini mendorong mereka mengajukan gugatan atas diskiriminasi terhadap Kota Wilmington. 

Walikota Wilmington, Mike Purzycki, awalnya membela manajer kolam renang. Purzycki mengatakan, kebijakan diterapkan karena baju katun menimbulkan risiko keamanan. Akan tetapi, dia kemudian meminta maaf setelah mengikuti berbagai perhatian yang muncul di media. 

''Saya minta maaf kepada anak-anak yang diarahkan untuk meninggalkan kolam kota karena pakaian yang diwajibkan agama yang mereka kenakan. Kami juga merujuk pada kebijakan kolam yang tidak jelas untuk menilai dan kemudian membenarkan penilaian kami yang buruk, dan itu juga salah,'' kata Purzycki.

Sejak itu, Kota Wilmington bersedia membayar sebesar 50 ribu dolar kepada kelompok siswa dari sekolah Muslim itu. Jumlah tersebut termasuk pembayaran sebesar 4.285 dolar untuk masing-masing dari tujuh anak yang terkena dampak. Kota Wilmington juga sepakat untuk merevisi kebijakannya dan melatih karyawannya untuk menjadi lebih sensitif.   ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Setelah Gas Air Mata Ditembakkan ke Asrama, 43 Mahasiswa Papua Menyerah dan Diangkut ke Mapolrestabes Surabaya
GoNews Kapal Bermuatan 80 Penumpang Terbakar di Perairan Tapulaga, 7 Orang Tewas dan Puluhan Hilang
GoNews Veteran Duduk Paling Belakang Saat Upacara HUT RI di Istana Negara, Cucu Jenderal Sudirman Mengaku Sedih
GoNews 12 Prajurit TNI Dihadang Kelompok Bersenjata di Trans Wamena-Habema, 2 Tertembak
GoNews Diledek Gemuk Ketika Ingin Makan Es Krim, Gadis 14 Tahun Tusuk Pacarnya Hingga Tewas
GoNews Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi, Anies Baswedan: Ini Tanah Air Kita
GoNews Begini Penampakan Pesawat Bermuatan 233 Penumpang yang Mendarat Darurat di Ladang Jagung
GoNews Kawanan Burung Camar Tersedot Mesin, Pesawat Bermuatan 233 Penumpang Mendarat di Ladang Jagung
GoNews Gunakan Air Suci Pura Basuh Bokong, Bule Ceko Jalani Hukuman Adat di Ubud, Ini Penampakannya
GoNews Jokowi Ingatkan, Eksekutif dan Legislatif Tak Perlu Studi Banding, Semua Informasi Ada di Smartphone
GoNews Begini Posisi Gadis Remaja Inggris Saat Ditemukan Tim Pendaki Malaysia di Hutan, Seperti Orang Sedang . . . .
GoNews Gadis Remaja Inggris Ditemukan Tanpa Busana di Hutan Malaysia, Ini Penyebab Kematiannya Menurut Hasil Autopsi
GoNews Jokowi Imbau Mal Utamakan Jual Produk-produk Lokal
GoNews Terima Suap Rp1,8 M, 4 Pegawai Kemenkeu Rekayasa Pajak Perusahaan Diler Mobil Mewah
GoNews Waspadai Pencurian Mobil Gunakan Obat Perangsang, Begini Modusnya
GoNews Jaksa Sebut Menpora Lakukan Permufakatan Jahat dengan Asisten Pribadinya dan Staf Protokoler Kemenpora
GoNews Dosen UGM Tewas Gantung Diri di Teras Rumah, Diduga Ini Penyebabnya
GoNews Hilang di Malaysia, Gadis Remaja Disabilitas Asal Inggris Ditemukan Tanpa Busana dalam Hutan
wwwwww