Kehilangan Sandal di Masjid Nabawi Bisa Membahayakan Jamaah Haji

Kehilangan Sandal di Masjid Nabawi Bisa Membahayakan Jamaah Haji
Kedatangan jamaah haji Indonesia kloter pertama di Madinah, Arab Saudi. (Media Center Haji/republika.co.id)
Minggu, 07 Juli 2019 15:22 WIB
MADINAH - Jamaah haji Indonesia diimbau berhati-hati menjaga sandalnya saat beribadah di Masjid Nabawi, Madinah. Sebab, kehilangan sandal bisa membahayakan keselamatan tubuh jamaah.

Dikutip dari kumparan.com, suhu di Madinah saat ini mencapai lebih 40 derajat celcius. Bila berjalan dengan kaki telanjang (tanpa sandal) pada suhu di atas 40 derjat celcius bisa melukai tubuh.

Setiap tahunnya, jamaah kehilangan ratusan sandal di Masjid Nabawi. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Daerah Kerja Madinah, Amin Handoyo, hilangnya sandal di Masjid Nabawi bukan hanya lantaran terambil orang, tapi juga karena jamaah lupa di mana dia meletakkannya.

''Jamaah biasanya lupa menaruh sandalnya di mana. Memang ada tempat penitipan sandal di pintu masuk, tapi jemaah keluar dari pintu lainnya,'' kata Amin kepada media di pemondokan jemaah haji Indonesia, hotel Isyraq Al Bustan, Madinah, Sabtu (6/7).

Tempat jamaah haji Indonesia menginap di Hotel Isyraq Al Bustan, Madinah. Foto: Denny Armandhanu/kumparan/Media Center Haji Amin mengatakan, sebaiknya jemaah memasukkan sandalnya ke plastik lalu membawanya ke dalam masjid. Namun hal ini terkadang jadi masalah. Sandal itu diletakkan di lantai, lalu pemiliknya terdorong safnya ke depan dan lupa tempat alas kakinya berada.

Jika berjalan di lantai marmer pelataran Masjid Nabawi tidak akan jadi masalah berarti. Tapi berbeda kondisi bila jemaah yang kehilangan sandal jalan telanjang kaki hingga ke hotel dengan permukaan aspal panas.

''Lantai marmer telanjang kaki aman, tapi keluar pagar bukan marmer sehingga kakinya melepuh, sangat berbahaya,'' kata Amin.

Amin mengimbau jemaah tidak pulang telanjang kaki jika sandalnya hilang. Tips dari Amin, jamaah sebaiknya mengalasi kakinya dengan benda apapun sehingga tidak langsung terpapar aspal.

''Kalau bawa sajadah, pakai saja jadi alas. Lalu cari toko beli sandal, jika pakai kaus kaki masih aman,'' ujar Amin.

Pemondokan jamaah haji Indonesia seluruhnya terletak di Markaziya Ring Road King Faisal yang mengitari Masjid Nabawi. Pemondokan terjauh dari Masjid Nabawi hanya berjarak sekitar 450 meter, sementara terdekat hanya 1 meter, buka pintu langsung pelataran masjid.

Walau dekat dengan Masjid Nabawi, tidak sedikit jamaah yang tersesat. Amin mengatakan, sebelum masuk masjid jamaah harus mengenali posisi hotelnya dengan baik.

''Lalu kenali nomor pintu Masjid Nabawi dan keluar dari pintu yang sama,'' kata Amin. ***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww