Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
15 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
15 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
14 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
15 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
Kesehatan
11 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat

Peristiwa Langka, Hujan Es Guyur Aceh Tengah

Peristiwa Langka, Hujan Es Guyur Aceh Tengah
Hujan es. (beritasatu)
Minggu, 07 Juli 2019 22:32 WIB
BANDA ACEH - Hujan es mengguyur lima desa dari total 10 desa di Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah, Aceh, Ahad (7/7/2019).

''Hujan es di lima desa, yakni Paya Dedep, Paya Tungel, Jeget Ayu, Jaging Jeget, dan Bukit Kemuning di Aceh Tengah,'' ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, seperti dikutip dari beritasatu.com.

Dadek melanjutkan, peristiwa langka di provinsi paling barat Indonesia ini berlangsung secara singkat, karena terjadi cuma sekitar 10 menit atau mulai pukul 14.15 WIB sampai pukul 14.25 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan, cuaca sedang terik-teriknya di wilayah salah satu daerah penghasil komoditas kopi baik jenis Arabika maupun Robusta kualitas ekspor ketika terjadi hujan es mengguyur.

Tim reaksi cepat BPBD Aceh Tengah sedang melakukan kajian cepat untuk melakukan pendataan rumah dan lahan pertanian masyarat setempat yang terkena dampak hujan es.

''Saat ini, hujan memang sudah berhenti. Tapi petugas BPBD setempat masih melakukan pendataan dampak bencana dari fenomena alam terutama material,'' terang Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat telah mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi terjadinya hujan es disertai terjadi angin kencang yang merupakan dampak dari cuaca ektrem dalam dua sepekan terakhir dan melanda sejumlah wilayah di Aceh.

''Cuaca saat ini berpotensi kuat terjadi hujan es, seperti beberapa bulan lalu di Aceh,'' ucap Kepada Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad.***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam

wwwwww