Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
11 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
Sepakbola
14 jam yang lalu
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
3
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
Sepakbola
14 jam yang lalu
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
4
Lawan Manchester United, Bournemouth Unggul di Bola Mati
Sepakbola
14 jam yang lalu
5
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi Pasukan 
Sepakbola
13 jam yang lalu
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi Pasukan 
6
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Kesehatan
18 jam yang lalu
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru

Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 5 Tewas dan 40 Terluka

Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 5 Tewas dan 40 Terluka
Ilustrasi bom. (poskotanews)
Sabtu, 13 Juli 2019 09:14 WIB
KABUL - Sedikitnya lima orang tewas dan 40 terluka akibat ledakan bom di lokasi pesta pernikahan di Provinsi Nangarhar, Afghanistan Timur, pada Jumat (12/7).

Dikutip dari republika.co.id, juru bicara Gubernur Provinsi Nangarhar, Atahullah Khogyani, mengungkapkan seorang bocah laki-laki meledakkan bom miliknya di dalam kediaman komandan milisi pro-pemerintah di Distrik Pacheragam.

Khogyani menyebutkan sebanyak 40 pria serta wanita yang terluka dibawa ke rumah sakit dan menurut kesaksian warga setempat bahwa 10 orang tewas.

Milisi pro-pemerintah kerap bekerja dengan pasukan keamanan Afghanistan yang kewalahan guna mencegah jatuhnya sejumlah wilayah ke tangan kelompok Taliban dan ISIS.

Pada Juni lalu milisi Taliban menewaskan sedikitnya 26 anggota milisi pro-pemerintah di Afghanistan utara.

Tidak ada klaim tanggung jawab atas serangan resepsi pernikahan oleh kelompok manapun. Namun milisi ISIS melancarkan serentetan pengeboman bunuh diri dan serangan terhadap kantor pemerintah, sekolah serta lembaga bantuan dalam beberapa tahun belakangan di Jalalabad, kota utama di Provinsi Nangarhar.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww