Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
11 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
12 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
12 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
4
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
11 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
5
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
10 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
6
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
11 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional

Kapal Bermuatan 86 Penumpang Karam, 82 Jasad Korban Ditemukan

Kapal Bermuatan 86 Penumpang Karam, 82 Jasad Korban Ditemukan
Peta Tunisia. (republika.co.id)
Minggu, 14 Juli 2019 17:04 WIB
TUNIS - Kapal bermuatan 86 penumpang yang berlayar dari Libya menuju Eropa terbalik dan karam di perairan Tunisia pekan lalu.

Dikutip dari republika.co.id, jumlah jasad korban yang ditemukan sudah mencapai 82 orang. Menurut Bulan Sabit Merah Tunisia, Sabtu (13/7), insiden ini menjadi salah satu bencana paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

Para penyintas menceritakan kepada patroli pantai pekan lalu, bahwa kapal itu mengangkut 86 orang.

Nelayan Tunisia menyelamatkan empat orang, yang kemudian satu diantaranya meninggal di rumah sakit, demikian Badan Pengungsi PBB, UNHCR pekan lalu.

''Setelah sepekan pencarian, seluruh 82 jasad yang berada di dalam kapal tenggelam tersebut berhasil ditemukan,'' kata pejabat Bulan Sabit Merah Tunisia kepada Reuters.

Pantai Libya barat merupakan salah satu titik keberangkatan utama bagi migran Afrika yang berharap tiba di Eropa, meski jumlahnya menurun berkat upaya yang dipimpin Italia untuk membongkar jaringan penyelundupan dan mendukung patroli pantai Libya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww