Kapolri Ungkap 400 Kombes Berebut Jadi Brigjen, Banyak yang Cari Dukungan dan Keluarkan Uang

Kapolri Ungkap 400 Kombes Berebut Jadi Brigjen, Banyak yang Cari Dukungan dan Keluarkan Uang
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (sinarharapan.co)
Rabu, 17 Juli 2019 20:57 WIB
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, ada 400 polisi berpangkat komisaris besar (kombes) berebut naik pangkat menjadi brigadir jenderal (brigjen).

''Kepangkatan seolah-olah menjadi ukuran atas performance, achievement, ya ini yang kombes pasti mati-matian menjadi brigjen, terjadi bottleneck yang sangat tinggi saat ini, bagaimana 400 orang lebih berkompetisi mendapatkan bintang satu yang jumlahnya dua atau tiga orang per bulan,'' kata Tito dalam acara wisudawan purna bakti perwira tinggi Polri di auditorium PTIK-STIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/7), seperti dikutip dari merdeka.com.

Saking banyaknya yang ingin naik bintang satu, kata Tito, tak sedikit yang mencari dukungan dan mengeluarkan uang. Hal itu, katanya, menjadi rahasia umum.

''Kita tahu Polri ini kita diajari intelijen dari dulu termasuk dalam kemampuan penggalangan, jadi galang menggalang ke sana ke mari bergerak manuver ilmunya kita termasuk manuver ke sana ke mari juga untuk mendapatkan bintang satu minimal,'' kata Tito.

''Ditambah lagi, banyak juga yang punya logistik, udah galang, logistik lagi, nah itulah yang saya rasakan sebagai Kapolri, Pak Wakapolri juga paham mungkin bagaimana titipan, tekanan dan seterusnya,'' sambungnya.

Eks Kepala BNPT itu juga mengaku dilema terkait kombes yang berbeda angkatan. Menurutnya, kadang yang yunior lebih dipertimbangkan naik bintang satu lantaran semangat bekerjanya lebih baik.

''Yang repot adalah yang kombes-kombes senior ini rata-rata mohon maaf mungkin bagian tengahnya, yang yunior-yunior ini bagian atas puncaknya mereka di dalam grade sosiometri mereka, idealis mereka masih tinggi, keinginannya sangat kuat bekerja, organisasi otomatis akan mencari mana yang terbaik untuk mendukung,'' tutur Tito.

Tito menceritakan dampak dari menumpuknya status perwira menengah yang tak kunjung naik perwira tinggi. Menurutnya, hal ini disebabkan banyaknya taruna akademi akpol yang terus meningkat, puncaknya di angkatan 88.

''Yang membuat angkatan crowded angkatan 88, 88 a dan 88 b, mohon maaf untuk temen temen angkatan 88, karena ini dua angkatan hampir 400 orang, pama banyak, tapi dampaknya lebih ke sekarang ini, saya merasakan betul,'' tandas Tito.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Kerusuhan Meluas ke Sorong, Massa Rusak Fasilitas Bandara Serta Bakar Mobil dan Motor
GoNews Mahasiswa Papua dan Warga Saling Lempar Batu di Makassar, Kapolres Ikut Melerai
GoNews Ustaz Abdul Somad Heran, Ceramah dalam Masjid 3 Tahun Lalu Kok Baru Viral dan Dilaporkan Sekarang
GoNews Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Laporkan Ustaz Abdul Somad ke Bareskrim
GoNews Tiga Polisi Terluka Akibat Kerusuhan di Manokwari
GoNews Massa Bakar Kantor DPRD Papua Barat, Suasana Mencekam
GoNews Sri Mulyani Sebut Anggaran untuk Pendidikan Rp 505,8 Triliun Naik dari 2014 yang Hanya Rp 250 Triliun
GoNews Ikan Lele Diejek-ejek oleh Buzzer-buzzer Nakal, Menteri Susi: Padahal Hasilnya Luar Biasa
GoNews Ternyata Perdana Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew Belajar GBHN dari Pak Harto
GoNews Mitsubishi Fokus Kembangkan Model SUV dengan Teknologi Listrik
GoNews Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Otomotif Dalam Rangka Produksi Mobil Listrik
GoNews KM Mina Sejati Dibajak 3 ABK-nya, 2 Penumpang Tewas karena Mencebur ke Laut, 18 Belum Diketahui Nasibnya
GoNews Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
GoNews Kakinya Tertusuk Paku Berkarat, Gadis Paskibraka Pembawa Baki Ini Tetap Jalankan Tugasnya Sambil Meringis
GoNews Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
wwwwww