Sempat Terbang dan Kembali ke Embarkasi, Pesawat Garuda Pengangkut Jamaah Haji Delay 11 Jam

Sempat Terbang dan Kembali ke Embarkasi, Pesawat Garuda Pengangkut Jamaah Haji Delay 11 Jam
Kadaker Madinah Akhmad Jauhari (baju putih, berkopiah) memberikan keterangan kepada wartawan. (republika.co.id)
Rabu, 17 Juli 2019 17:13 WIB
MADINAH - Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut 455 jamaah haji dan petugas haji asal Maluku yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 14 Embarkasi Makassar (UPG), delay (tertunda terbang) ke Madinah sekitar 11 jam.

Dikutip dari republika.co.id, Kloter 14 ini rencananya berangkat tanggal 16 Juli 2019 pukul 19.00 waktu Indonesia Timur (WIT), dan tiba di Madinah pukul 01.35 waktu Arab Saudi (WAS) pada Rabu (17/7) dini hari.

Namun karena alasan teknis, pesawat yang sempat terbang, balik lagi ke embarkasi dan baru diberangkatkan Rabu, pukul 06.00 WIT.

''Laporan yang kami dapatkan, kemarin (Selasa, 16/7), Kloter 14 Ujung Pandang (Makassar) seharusnya terbang pukul 19.00 waktu setempat, namun karena alasan teknis pesawat sehingga tadinya terbang, tapi kemudian balik lagi ke embarkasi dan baru diberangkatkan pukul 06.00 pagi ini waktu Indonesia,'' ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Akhmad Jauhari, kepada wartawan di kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Rabu (17/7) pagi waktu Arab Saudi (WAS).

Atas keterlambatan ini, pihaknya meminta adanya penjelasan resmi dari pihak pihak Garuda. ''Jika tidak diinformasikan dari awal, nanti akan berdampak pada layanan, juga akomodasinya akan bermasalah, konsumsinya nanti juga ada masalah. Ini yang harus dihindari,'' terangnya.

Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dan evaluasi, baik ditingkat internal Daker Madinah, maupun dengan PPIH Pusat. Termasuk evaluasi dan koordinasi soal layanan konsumsi dan akomodasi.

''Untuk layanan konsumsi kedatangan sejak awal, berarti kan harus kami cancel (membatalkan --red). Kami harus koordinasi dengan perusahaan kateringnya,'' kata dia.

Sebab, lanjut Jauhari, hal ini akan sangat mengganggu koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan kinerja PPIH di Arab Saudi, khususnya di Madinah. Dapat dibayangkan, kata dia, bagaimana kalau hal tersebut tidak diinformasikan dari awal, dan kemudian pihak PPIH sudah menyiapkan konsumsi.

''Bisa dipastikan, dengan delay 11 jam itu akan sangat mengganggu, khususnya penyiapan katering. Bisa-bisa konsumsi yang disiapkan akan sia-sia saja,'' terangnya.

Belum diperoleh keterangan atau penjelasan dari pihak Garuda Indonesia terkait delay Kloter 14 sekitar 11 jam tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
wwwwww