Contoh Rusia, LPS Persiapkan Penjaminan Simpanan UKM

Contoh Rusia, LPS Persiapkan Penjaminan Simpanan UKM
Dari kiri: Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah, Komisioner Destry Damayanti, dan Komisioner Fauzi Ichsan dalam sebuah pertemuan di Jakarta, 18 Juli 2019 lalu. (beritasatu)
Jum'at, 19 Juli 2019 10:59 WIB
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah mempersiapkan penjaminan simpanan dana usaha kecil dan menengah (UKM), dengan premi penjaminan berkisar 0,00% hingga 0,007%.

Dikutip dari beritasatu.com, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan, kebijakan ini diambil untuk mencegah kebangkrutan UKM jika bank mengalami masalah.

''Saat ini, kebijakan ini masih sedang dipertimbangkan,'' kata Halim Alamsyah dalam diskusi dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Hadir pada kesempatan yang sama Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan dan anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti. Destry sudah terpilih menjadi Deputi Senior gubernur Bank Indonesia dan mulai bekerja akhir Juli 2019.

Halim mengatakan, pihaknya sudah mengadakan studi banding di sejumlah negara, antara lain di Rusia. LPS di negara totaliter itu sedang berusaha memberikan penjaminan dana simpanan UKM.

''Kami baru dari Rusia. LPS negara itu akan ke parlemennya untuk membahas penjaminan dana UKM,'' jelasnya.

Saat ini, premi yang dibayar pihak perbankan kepada LPS setiap tahun adalah 0,2% dari total dana pihak ketiga. Sedang premi untuk simpanan UKM diperkirakan berkisar 0,00%-0,007% dari dana pihak ketiga. Kebijakan itu masih sedang digodok dan setelah rampung baru akan diminta persetujuan dari DPR.

Sejak 13 Oktober 2008, saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank adalah paling banyak sebesar Rp 2 miliar. Ketentuan itu hanya berlaku bagi penyimpanan individu, bukan badan hukum. Namun, melihat kebutuhan riil, demikian Halim, LPS berniat memperluas penjaminan hingga badan hukum, khusus untuk UKM.

LPS juga akan mendorong pembahasan RUU Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) yang hingga saat ini terhenti.***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Diantar Pacar Tengah Malam dan Ngobrol Hingga Pukul 23.30 WIB, Biduan Ditemukan Tewas Waktu Subuh
GoNews Putrinya Minta Restu Menikah, Ayah Berikan Syarat Harus Bersedia Digauli, Begini Akibatnya
GoNews Pasca Ledakan Bom di Mapolrestabes Medan, Polisi Buru Seorang Pimpinan Pengajian
GoNews Istri Polisi Hilang 2 Hari, Ditemukan Waka Polres dalam Kamar Hotel bersama Polisi Lain
GoNews Dicabuli Kakek dan Sepupu Sejak SMP, Siswi Kelas II SMA Ini Kini Hamil 6 Bulan
GoNews Bus Sinar Jaya dan Arimbi Tabrakan di Tol Cipali, 7 Penumpang Tewas, Ini Identitas Korban
GoNews Kapolri: Bukan Rahasia Umum, Banyak Kapolres Minta Jatah Proyek, Nanti Saya Carikan Pemain Cadangan
GoNews Militer Israel Bombardir Pemukiman Warga Palestina, 22 Muslim Wafat dan 66 Terluka
GoNews Dijadikan PSK buat Bayar Utang, Diracun Suami Saat Hamil 8 Bulan
GoNews Menteri Keuangan Terbitkan Aturan Baru Tentang Iuran BPJS Kesehatan
GoNews Kapolsek Cempa Bersimpuh di Hadapan Massa untuk Selamatkan Nyawa Pekerja Tambang
GoNews Ditusuk Suami Berkali-kali, Wanita Hamil Tua ke Rumah Sakit Sendirian dalam Kondisi Berdarah-darah
GoNews Habib Rizieq Perlihatkan Surat Pencekalan, Imigrasi Mengaku Belum Tahu
GoNews Istri Berlumuran Darah dalam Kamar Mandi, Suami Ditemukan Tergantung di Kebun
GoNews MUI Pusat Dukung Imbauan MUI Jatim Agar Pejabat Jangan Ucapkan Salam Semua Agama, Ini Alasannya
GoNews Memalukan, Anggota Fraksi PSI Lemparkan Dokumen RAPBD ke Lantai Saat Rapat, Mengaku Spontanitas
GoNews MA India Putuskan Umat Hindu Boleh Bangun Kuil di Tempat Berdirinya Masjid Berusia 450 Tahun
GoNews Mengaku Anggota TNI, Kuli Bangunan Berhasil Kuras 3 Janda Luar Dalam
wwwwww