SDN Ini Kekurangan Bangku dan Tak Punya Toilet, Siswa Belajar di Lantai dan Pulang ke Rumah Bila Hendak Buang Air Besar

SDN Ini Kekurangan Bangku dan Tak Punya Toilet, Siswa Belajar di Lantai dan Pulang ke Rumah Bila Hendak Buang Air Besar
Murid-murid di SDN Kertajaya 2 belajar di lantai karena bangku dan meja di ruang kelas mereka rusak dan jumlahnya juga kurang. (poskotanews)
Jum'at, 19 Juli 2019 11:31 WIB
BOGOR - Sebagian murid SD Negeri Kertajaya 2, di Desa Kertajaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terpaksa lesehan di lantai kelas saat belajar karena jumlah bangku dan meja tidak cukup.

Dikutip dari poskotanews.com, sebagian kursi dan meja yang ada, kondisinya juga sudah rusak, namun tetap digunakan sejumlah siswa agar lebih nyaman ketika menulis.

Agar tidak memperparah keadaan, guru dan kepala sekolah membagi kelas menjadi dua kelompok, pagi dan siang. Kelas 1, 2, 4-dan 6 masuk pagi, sedangkan kelas 3 dan 5 masuk siang.

Wali murid Nur Hamah (43), kepada wartawan mengatakan, kondisi sekolah ini sudah lama memprihatinkan.

''Siswa di sini belajarnya duduk di lantai dan di meja yang sudah rusak, bukan cerita baru, sudah bertahun-tahun. Selain rusak, meja dan kursinya juga kurang. Makanya ada  siswa yang duduk dì lantai saat belajar,'' kata Nur.

Kondisi ini sudah sering diadukan orangtua murid ke kepala sekolah, namun jawabannya, ''nanti diusulkan''.

Selain kondisi kelasnya rusak parah, sekolah ini juga tak memiliki toilet (kamar kecil). Siswa harus pulang ke rumah saat hendak buang air kecil atau besar.

''Ini sekolah negeri tapi untuk bangku dan meja, kami orang tua murid diminta iuran. Kami sudah nggak mampu, masih juga diminta iuran. Anak-anak juga susah untuk buang air besar, karena di sekolah nggak ada (kamar kecil). Jadi harus pulang ke rumah,'' ujarnya.

Salah satu murid kelas 5, Lisna Wati, mengaku sering mengalami sakit di bagian pinggul akibat belajar di lantai. ''Tidak nyaman ketika mengikuti kegiatan belajarnya, meja yang sudah rusak untuk tempat duduk dan menulisnya sangat sempit,'' ujar Lisna.***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Ironis, Meski Lokasinya Dekat Pusat Kekuasaan, 66 Siswa MTsN Depok Belajar di Lantai karena Kekurangan Meja dan Kursi
GoNews Diantar Pacar Tengah Malam dan Ngobrol Hingga Pukul 23.30 WIB, Biduan Ditemukan Tewas Waktu Subuh
GoNews Putrinya Minta Restu Menikah, Ayah Berikan Syarat Harus Bersedia Digauli, Begini Akibatnya
GoNews Pasca Ledakan Bom di Mapolrestabes Medan, Polisi Buru Seorang Pimpinan Pengajian
GoNews Istri Polisi Hilang 2 Hari, Ditemukan Waka Polres dalam Kamar Hotel bersama Polisi Lain
GoNews Dicabuli Kakek dan Sepupu Sejak SMP, Siswi Kelas II SMA Ini Kini Hamil 6 Bulan
GoNews Bus Sinar Jaya dan Arimbi Tabrakan di Tol Cipali, 7 Penumpang Tewas, Ini Identitas Korban
GoNews Kapolri: Bukan Rahasia Umum, Banyak Kapolres Minta Jatah Proyek, Nanti Saya Carikan Pemain Cadangan
GoNews Militer Israel Bombardir Pemukiman Warga Palestina, 22 Muslim Wafat dan 66 Terluka
GoNews Dijadikan PSK buat Bayar Utang, Diracun Suami Saat Hamil 8 Bulan
GoNews Menteri Keuangan Terbitkan Aturan Baru Tentang Iuran BPJS Kesehatan
GoNews Kapolsek Cempa Bersimpuh di Hadapan Massa untuk Selamatkan Nyawa Pekerja Tambang
GoNews Ditusuk Suami Berkali-kali, Wanita Hamil Tua ke Rumah Sakit Sendirian dalam Kondisi Berdarah-darah
GoNews Habib Rizieq Perlihatkan Surat Pencekalan, Imigrasi Mengaku Belum Tahu
GoNews Istri Berlumuran Darah dalam Kamar Mandi, Suami Ditemukan Tergantung di Kebun
GoNews MUI Pusat Dukung Imbauan MUI Jatim Agar Pejabat Jangan Ucapkan Salam Semua Agama, Ini Alasannya
GoNews Memalukan, Anggota Fraksi PSI Lemparkan Dokumen RAPBD ke Lantai Saat Rapat, Mengaku Spontanitas
GoNews MA India Putuskan Umat Hindu Boleh Bangun Kuil di Tempat Berdirinya Masjid Berusia 450 Tahun
wwwwww