Gempa M 8,8 dan Tsunami 20 Meter Berpotensi Terjadi di Pantai Selatan Jawa, Ini Saran BMKG

Gempa M 8,8 dan Tsunami 20 Meter Berpotensi Terjadi di Pantai Selatan Jawa, Ini Saran BMKG
Kerusakan yang ditimbulkan tsunami dahsyat di Aceh tahun 2004. (int)
Minggu, 21 Juli 2019 19:12 WIB
JAKARTA - Pakar tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko memprakirakan, gempa megathrust dengan magnitudo (M) 8,8 berpotensi terjadi di selatan Pulau Jawa.

''Ada segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda. Akibatnya, ada potensi gempa megathrust dengan magnitudo 8,5 hingga 8,8,'' katanya di Yogyakarta.

Gempa dengan magnitudo cukup besar tersebut juga berpotensi menyebabkan munculnya gelombang tsunami. Berdasarkan permodelan, gelombang tsunami tersebut memiliki potensi ketinggian 20 meter dengan jarak rendaman sekitar tiga hingga empat kilometer.

Dikutip dari bisnis.com, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini BMKG Daryono mengatakan bahwa wilayah Indonesia memang rawan gempa dan tsunami. 

Khususnya wilayah selatan Jawa, keberadaan zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia merupakan generator gempa kuat sehingga wajar jika wilayah selatan Jawa merupakan kawasan rawan gempa dan tsunami.

Wilayah Samudra Hindia selatan Jawa sudah sering kali terjadi gempa besar dengan kekuatan di atas M=7,0. Sejarah mencatat daftar gempa besar seperti gempa Samudra Hindia tahun1863,1867, 1871, 1896, 1903, 1923, 1937, 1945,1958, 1962, 1967, 1979, 1980, 1981, 1994, dan 2006.

Sementara itu tsunami selatan Jawa juga pernah terjadi pada tahun 1840, 1859, 1921, 1994, dan 2006. Ini bukti bahwa informasi potensi bahaya gempa yang disampaikan para ahli adalah benar bukanlah berita bohong.

''Besarnya magnitudo gempa yang disampaikan para pakar adalah potensi bukan prediksi, sehingga kapan terjadinya tidak ada satupun orang yang tahu,'' ujarnya seperti dikutip dari instagram resminya.

Untuk itu dalam ketidakpastian kapan terjadinya, sehingga semua pihak harus melakukan upaya mitigasi struktural dan non struktural yang nyata dengan cara membangun bangunan aman gempa, melakukan penataan tata ruang pantai yang aman dari tsunami, serta membangun kapasitas masyarakat terkait cara selamat saat terjadi gempa dan tsunami. 

Dia mengatakan inilah risiko tinggal dan menumpang hidup di pertemuan batas lempeng. Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka inilah risiko yang harus kita hadapi.

''Apakah dengan kita mengetahui wilayah kita dekat dengan zona megathrust lantas kita cemas dan takut? Tidak perlu cemas dan takut. Semua informasi potensi gempa dan tsunami harus direspon dengan langkah nyata dengan cara memperkuat mitigasi,'' tambahnya.

Dengan mewujudkan semua langkah mitigasi maka menurutnya dapat meminimalkan dampak, sehingga kita tetap dapat hidup dengan selamat, aman, dan nyaman di daerah rawan gempa.

Lebih lanjut dia menjelaskan peristiwa gempa bumi dan tsunami adalah keniscayaan di wilayah Indonesia, yang penting dan harus dibangun adalah mitigasinya, kesiapsiagaannya, kapasitas stakeholder dan masyarakatnya.***

Editor:hasan b
Sumber:bisnis.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Pakar dari BPPT Prediksi Gempa 8,8 SR dan Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jawa, Begini Tanggapan Sekda DIY
GoNews Gempa 8,7 SR Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa, Ini Wilayah yang Bakal Terdampak
GoNews Pergeseran Sesar Sumatera Makin Cepat, Produksi Gempa Lebih Besar
GoNews Usai Dipanggil Bergantian ke Kamar, 3 Gadis Cantik Bunuh Ayah Kandung
GoNews TNI-Polri Baku Tembak dengan Kelompok Bersenjata di Tengah Pasar, Warga Berhamburan Ketakutan
GoNews Tertimpa Pohon Saat Bertugas Padamkan Kebakaran Hutan, Anggota Manggala Agni Meninggal
GoNews Sopir Ojol Berhasil Perdaya Janda Cantik Bermodalkan Foto Polisi di FB, Begini Terbongkarnya
GoNews Eskalasi Berlanjut, 3 Juta Muslim di Suriah Terancam Risiko Mengerikan
GoNews Sebelum Ada UU-nya, Pemindahan Ibu Kota Negara Dinilai Ilegal
GoNews Pemindahan Ibu Kota Negara, Sandiaga: Harusnya Diputuskan Melalui Referendum
GoNews Nenek Mengaku Hamil dan Culik Cucu untuk Kelabui Pacarnya
GoNews Unjuk Rasa di Timika Rusuh, Massa Lempar Kantor DPRD dan Rusak Hotel, 45 Orang Ditangkap Polisi
GoNews Menteri PANRB Kembali Tegaskan, Pemda Dilarang Terima Honorer, Bila Membandel Disanksi
GoNews Beredar Video Siswa SMA Tenggak Miras dalam Kelas Saat Guru Mengajar, Begini Kata Kepala Suku Disdik 2 Jakarta Utara
GoNews Dijanjikan Rp2 Juta, Gadis 15 Tahun Bersedia Digauli Sepupunya di Padang Rumput, Saat Ditagih Malah Dicekik
GoNews Demi Bebaskan Pacar, Wanita Ini Sewa 2 Pembunuh Bayaran Tembak Ibu Kandungnya
GoNews Setelah Lempar Putranya dari Lantai 10 Apartemen, Ibu di Malaysia Melompat bersama Putrinya
GoNews Ditangkap Saat Jemur Pakaian di Nagari Limo Kaum, Gadih Susul Putranya Masuk Penjara
wwwwww