Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
23 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
2
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
19 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
3
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
Umum
17 jam yang lalu
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
4
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
21 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
5
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras 'e-Learning'
Pendidikan
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras e-Learning
6
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan
Kesehatan
24 jam yang lalu
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan

Peluangnya Banyak, Tapi 80 Persen Beasiswa Asing Malah tidak Diketahui Orang Indonesia

Peluangnya Banyak, Tapi 80 Persen Beasiswa Asing Malah tidak Diketahui Orang Indonesia
Minggu, 21 Juli 2019 10:08 WIB
PEKANBARU - Ternyata peluang beasiswa asing untuk anak-anak Indonesia sangat banyak. Sayangnya bertaburnya peluang itu malah tidak diketahui rakyat Indonesia.

''Hampir 80 persen beasiswa asing yang memberikan bantuan pendidikan kepada warga Indonesia tidak diketahui masyarakat,'' ujar Ketua Panitia World Indonesia Scholarship (Wish) Festival 2019 Pekanbaru yang juga pengurus Mata Garuda Riau, Meyla Suhendra.

Ia mengatakan sebenarnya peluang beasiswa untuk masyarakat sangat besar. ''Kami ingin menyadarkan masyarakat bahwa potensi beasiswa itu banyak, jadi kami melakukan festival ini di 21 kota dengan puncaknya pada Oktober, agar ini menjadi gerakan melek beasiswa,'' ujarnya pada Sabtu (20/7/2019).

Menurut dia, bisa dikatakan 80 persen beasiswa yang ditawarkan ke masyarakat Indonesia tidak dipahami dan diketahui masyarakat.

Beberapa kendala yang menyebabkan hal tersebut adalah masih kurangnya kemampuan bahasa asing di masyarakat.

Selain itu, ada pula hal yang menjadi kekurangan dan perlu diubah yaitu hanya ingin menerima informasi beasiswa tanpa mau berjuang mencari tahu dan mendapatkan sendiri peluang tersebut.

''Kami berharap gerakan Wish 2019 ini bisa menjadi pendorong minat anak-anak muda untuk mau apply beasiswa, bahkan sekarang sudah terbantu tinggal akses secara online tidak perlu melihat mading seperti dulu,'' ujarnya.

Adapun program Wish Festival 2019 Pekanbaru diikuti sebanyak 2.000 peserta yang telah mendaftar, dan mendapatkan materi beragam dari para alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:bisnis.com
Kategori:Ragam

wwwwww