Hendak Menyeberang ke Malaysia, 35 Imigran Gelap Diamankan dan Dititipkan di Rudenim Pekanbaru

Hendak Menyeberang ke Malaysia, 35 Imigran Gelap Diamankan dan Dititipkan di Rudenim Pekanbaru
Senin, 22 Juli 2019 16:55 WIB
PEKANBARU - Sedikitnya 35 orang imigran asal Afghanistan diamankan saat akan menyeberang ke Malaysia melalui Pelabuhan Dumai, Riau. Mereka merupakan imigran ilegal dan melanggar peraturan keimigrasian Indonesia.

''Mereka kita amankan saat akan berangkat ke Malaysia lewat Dumai. Mereka ilegal,'' ujar Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Junior Sigalingging Senin (22/7/2019).

''Mereka segera dipulangkan ke negara asal. Mereka merupakan imigratoir, artinya masuk Indonesia atau orang melanggar peraturan keimigrasian masuk ke Indonesia,'' tambahnya.

Puluhan imigratoir itu beberapa waktu lalu diamankan pihak Imigrasi Kota Dumai. Dari pengakuan mereka sebelumnya berhasil masuk ke Indonesia yakni daerah Bali. Dari daerah berjuluk Pulau Dewata, mereka bergerak ke Riau melalui jalur darat.

Junior menegaskan, mereka rencananya akan menyeberang dari Dumai ke Malaysia melalui Selat Malaka. Namun, petugas Imigrasi berhasil mengidentifikasi keberadaan para imigran gelap itu.

Setelah didata, pihak Imigrasi Kota Dumai menyerahkan ke 35 imigran itu ke pihak Rudenim di Pekanbaru. Para imigratoir ini mengaku akan ke Malaysia secara ilegal untuk mencari kerja dan penghidupan yang layak di sana.

Karena status mereka bukan pengungsi, maka seluruh pembiayaan kepulangan mereka tidak ditangggung oleh PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) dalam hal ini United Nations High Commissioners for Refugee (UNHCR). Ini berbeda dengan status 1.028 warga negara asiang (WNA) termasuk 286 anak-anak yang statusnya adalah pengungsi dan ditanggung pembiayaannya dari UNHCR.

Seribuan pengungsi dari berbagai negara tidak ditahan, tapi dititipkan di penampungan dan bebas berkeliaran namun tetap dalam pengawasan.

''Para imigratoir ini kita amankan di Kantor Rudenim. Kebanyakan mereka berasal dari warga tidak mampu. Pihak keluarga sekarang lagi mencari dana untuk pemulangan mereka. Pemerintah kita tidak menanggung pemulangan mereka,'' tutupnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Kanwil Hukum dan HAM Ingatkankan Dinas Pendidikan Pekanbaru untuk tidak Sekolahkan Anak Pengungsi di SD Negeri
GoNews Mulai Tahun Ini, Anak Imigran dari Berbagai Negara Sudah Bisa Masuk SD Negeri di Pekanbaru
GoNews Pangkas KKN, Imigrasi Riau Maksimalkan Layanan Paspor Satu Hari
GoNews Pergeseran Sesar Sumatera Makin Cepat, Produksi Gempa Lebih Besar
GoNews Usai Dipanggil Bergantian ke Kamar, 3 Gadis Cantik Bunuh Ayah Kandung
GoNews TNI-Polri Baku Tembak dengan Kelompok Bersenjata di Tengah Pasar, Warga Berhamburan Ketakutan
GoNews Tertimpa Pohon Saat Bertugas Padamkan Kebakaran Hutan, Anggota Manggala Agni Meninggal
GoNews Sopir Ojol Berhasil Perdaya Janda Cantik Bermodalkan Foto Polisi di FB, Begini Terbongkarnya
GoNews Eskalasi Berlanjut, 3 Juta Muslim di Suriah Terancam Risiko Mengerikan
GoNews Sebelum Ada UU-nya, Pemindahan Ibu Kota Negara Dinilai Ilegal
GoNews Pemindahan Ibu Kota Negara, Sandiaga: Harusnya Diputuskan Melalui Referendum
GoNews Nenek Mengaku Hamil dan Culik Cucu untuk Kelabui Pacarnya
GoNews Unjuk Rasa di Timika Rusuh, Massa Lempar Kantor DPRD dan Rusak Hotel, 45 Orang Ditangkap Polisi
GoNews Menteri PANRB Kembali Tegaskan, Pemda Dilarang Terima Honorer, Bila Membandel Disanksi
GoNews Beredar Video Siswa SMA Tenggak Miras dalam Kelas Saat Guru Mengajar, Begini Kata Kepala Suku Disdik 2 Jakarta Utara
GoNews Dijanjikan Rp2 Juta, Gadis 15 Tahun Bersedia Digauli Sepupunya di Padang Rumput, Saat Ditagih Malah Dicekik
GoNews Demi Bebaskan Pacar, Wanita Ini Sewa 2 Pembunuh Bayaran Tembak Ibu Kandungnya
GoNews Setelah Lempar Putranya dari Lantai 10 Apartemen, Ibu di Malaysia Melompat bersama Putrinya
wwwwww