Tim Dokter RSUP Adam Malik Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam Dempet Organ Hati

Tim Dokter RSUP Adam Malik Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam Dempet Organ Hati
Perawat menggendong bayi kembar siam Adam dan Malik sebelum menjalani operasi pemisahan di RSUP H Adam Malik, Medan, Senin (22/7). (republika.co.id)
Rabu, 24 Juli 2019 07:52 WIB
MEDAN - Tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Medan, Sumatera Utara (Sumut), berhasil memisahkan bayi kembar siam dempet organ hati, Selasa (23/7). Operasi pemisahan yang berlangsung sekitar empat jam berjalan lancar.

Dikutip dari republika.co.id, Ketua Tim Dokter RSUP Adam Malik Prof Dr Guslihan Dasa Tjipta, SpA (K) mengatakan, kedua bayi kembar siam Adam dan Malik, baru bisa keluar rumah sakit sekitar satu sampai dua bulan ke depan. Adam dan Malik baru bisa pulang bila kondisinya sudah lebih stabil.

''Kami masih menunggu kestabilan bayi, karena kita harus mensosialisasikan kepada kedua orangtua, bagaimana merawat bayi tersebut,'' tambahnya.

Selama tiga hari ke depan, kata Guslihan, tim dokter akan kembali melakukan pertemuan untuk melakukan evaluasi terhadap keadaan bayi kembar tersebut.

Adam dan Malik mengalami dempet organ hati dan dokter memisahkannya dengan sayatan 4x6 cm.

"Kami berharap kedua bayi ini tetap dalam kondisi baik. Kondisi anak sudah baik dan tadi juga sudah bangun. Temperatur normal, jantung dan tensinya juga bagus," tambahnya.

Akan Lakukan Upah-upah

Juliadi Silitonga, ayah dari bayi kembar siam dempet organ hati asal Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara itu tak sanggup menahan haru bercampur bahagia usai operasi dilakukan. Bahkan, saat dimintai keterangan, pria yang sehari-hari bekerja sebagai penderes ini terlihat begitu gugup sambil tersenyum lebar.

''Saya sangat senang, saya semakin bersemangat, dan tidak puyeng lagi, sekarang sudah lega,'' katanya.

Jika pihak RSUP Adam Malik telah memperbolehkan kedua bayi kembar siam Adam dan Malik dibawa pulang, ia mangaku akan segera melakukan syukuran atau upah-upah dalam tradisi setempat.

''Kalau udah dikasih izin rumah sakit, aku bawa ke kampung. Nanti kami bikin pesta anak di sana,'' ujarnya dengan logat Batak. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Ketum PSSI Sudah Usulkan Stadion Riau Jadi Lokasi Piala Dunia U-20 ke FIFA, Ini Alasannya..
GoNews Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia
GoNews Dalam Draf Omnibus Law, Presiden Bisa Ubah UU Lewat PP, Mahfud MD: Mungkin Itu Keliru Ketik
GoNews Wanita 39 Tahun Nyaris Diperkosa Remaja Saat Tidur di Kamar Kos, Lolos karena Tarik Senjata Pelaku
GoNews Kakek 68 Tahun Dibui 2 Bulan karena Curi Karet 1,9 Kg, Jaksa Agung Akui Penegakan Hukum Belum Berikan Rasa Keadilan
GoNews Kenal di Medsos, 2 Gadis Remaja Dicabuli 2 Pria Pengangguran dalam Kamar Kos yang Sama
GoNews Sudah 355 Penumpang Terinfeksi Virus Corona, 78 WNI Tetap Bekerja dalam Kapal Diamond Princess
GoNews RUU Cilaka Hapus Upah Minimum Kabupaten/Kota
GoNews Kampungnya Terisolir, Ibu Hamil 3 Bulan yang Alami Pendarahan Terpaksa Ditandu 32 Kilometer Menuju Rumah Sakit
GoNews Tim Satgas Diminta Rahasiakan Draf Omnibus Law, Komisioner Ombudsman Mengaku Malu
GoNews Ketua KSPI: Dahsyat, Pak Jokowi Ingin Memiskinkan Kaum Buruh Indonesia
GoNews Komite Keselamatan Jurnalis Kecam Pemidanaan Jurnalis dengan UU ITE
GoNews 356 Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terinfeksi Virus Corona, AS dan Kanada Evakuasi Warganya
GoNews Gadis 13 Tahun yang Mengaku Dihamili Bocah 10 Tahun Ternyata Korban Perkosaan Remaja
GoNews Korban Terinfeksi Virus Corona Meninggal di Prancis
GoNews Berdalih Selamatkan Pernikahan, Pria Ini Segel Kemaluan Istrinya Pakai Lem Super, Begini Akibatnya
GoNews Non Stop 18 Hari Tangani Pasien Virus Corona, Dokter Xu Hui Meninggal karena Kelelahan
GoNews Jenazah 12 Prajurit TNI Korban Heli MI-17 Sudah Dievakuasi, 10 Senjata Api Tak Ditemukan
wwwwww