Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
22 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
2
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
19 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
3
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
Umum
16 jam yang lalu
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
4
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
21 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
5
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras 'e-Learning'
Pendidikan
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras e-Learning
6
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan
Kesehatan
23 jam yang lalu
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan

615 RS yang Bekerja Sama dengan BPJS Kesehatan Turun Kelas

615 RS yang Bekerja Sama dengan BPJS Kesehatan Turun Kelas
Ilustrasi rumah sakit. (bisnis.com)
Kamis, 25 Juli 2019 15:09 WIB
JAKARTA - Dari 2.170 rumah sakit (RS) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, 615 RS mengalami penurunan kelas. Penurunan kelas itu berdasarkan hasil reviu yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dikutip dari liputan6.com, penurunan kelas RS tertuang dalam surat bernomor HK.04.01/I/2963/2019 tentang Rekomendasi Penyesuaian Kelas Rumah Sakit Hasil Reviu Kelas Rumah Sakit. Surat ini dikeluarkan pada 27 Mei 2019.

''Ini untuk menata sistem rujukan dan peta kompetensi yang mana kelas RS menggambarkan kompetisi fasilitas kesehatan (faskes). Hasil review dinilai dari kompetensi sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana serta alat yang tersedia,'' kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo saat konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Kamis (25/7/2019).

Dalam hal ini, hasil review akan melihat seberapa besar kompetensi RS yang tersedia. Misalnya, sebuah RS ternyata tidak punya dokter bedah.

''Atau bisa jadi RS itu ternyata punya dokter bedah tapi fasilitas pembedahan di dalam kamar operasi, misalnya, tidak tersedia,'' lanjut Bambang.

Masa Sanggah 28 Hari

Meski sudah turun rekomendasi hasil review penurunan kelas, pihak RS dapat mengajukan komentar dan keberatan. Artinya, keputusan rekomendasi tersebut belum final.

''Kalau ternyata hasil review tidak sesuai, RS bisa mengajukan sanggahan. Ada masa sanggah selama 28 hari,'' Bambang menegaskan.

Masa sanggah ini melihat ulang kalau ada laporan RS yang tidak sesuai atas hasil review yang keluar pada 27 Mei 2019.

''RS yang keberatan dengan hasil review bisa menyampaikan sanggahan dalam 28 hari sejak rekomendasi diterbitkan,'' tambah Bambang.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww