Dari Sawit Hanya Dapat Rp1 Juta Per Hektar Perbulan, Petani Siak Ini Beralih Beternak Ikan, Ini Hasilnya..

Dari Sawit Hanya Dapat Rp1 Juta Per Hektar Perbulan, Petani Siak Ini Beralih Beternak Ikan, Ini Hasilnya..
Jum'at, 26 Juli 2019 07:36 WIB
PEKANBARU - Peruntungan seseorang berbeda-beda. Meski berkebun sawit sudah banyak melahirkan orang kaya di Riau, tapi tidak bagi Syafrizal (60), warga Desa Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau ini. Hasil sawitnya sangat minim, bahkan dari lima hektar sawit hanya menghasilkan 5 juta per bulan atau Rp1 juta per hektar perbulan.

Baginya, kehidupan beternak ikan lebih menjanjikan dan hasilnya jauh dibandingkan sawit. Dari satu hektar kolam ikan, dia bisa menghasilkan Rp7 juta, sementara dari sawit hanya menghasilkan Rp1 juta. ''Perbandingan jauh sekali,'' katanya, Kamis (25/7/2019).

Syafrizal ya g bergabung dalam Kelompok Tani Pinang Indah Abadi itu mengatakan, ia cukup terbantu dengan adanya program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari perusahaan industri kehutanan APP-Sinar Mas. Melalui anak perusahaan PT Arara Abadi, Syafrizal mendapat bantuan berupa bibit dan pakan ikan hingga fasilitas pendukung seperti alat berat untuk pembuatan jalan dan kolam. Tidak sampai di situ saja, perusahaan juga membantu memasarkan saat musim panen tiba. Syafrizal pun mengaku setidaknya sudah dua tahun mengikuti program ini.

Hal yang sama juga dialami oleh Alex Sapirman (50), seorang petani sawit yang beralih memproduksi pupuk kompos. Anggota Kelompok Tani Mutiara Indah ini sudah mulai memproduksi kompos sejak 2009.

Saat itu, tingkat produksi dan penjualannya masih rendah. Selain itu, masih banyak juga masyarakat yang mempertanyakan kualitas komposnya. Namun, sejak 2013 berbagai program pelatihan dan mulai berdatangan. Termasuk program MDPA dari PT Arara Abadi.

Dulunya, dalam sebulan Alex hanya bisa memproduksi sebanyak 25 ton. Setelah mendapat berbagai program bantuan, Alex bisa memproduksi 100-150 ton per bulan. "Kami ada kontrak dengan PT Arara Abadi untuk membeli pupuk 100 ton setiap bulan selama satu tahun," ujar Alex.

Pemasukan Alex dan anggota Kelompok Tani Mutiara Indah pun menjadi lebih besar. Ditambah ada penyerapan dari masyarakat. Pendapatan setiap anggota kelompok tani bisa mencapai Rp10 juta per bulan.

Melalui program DMPA, PT Arara Abadi mengedukasi masyarakat di sekitar area konsesi perusahaan agar tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat diajak untuk mengelola lahan dengan metode agroforesti seperti bercocok tanam hortikultura (sayur dan buah), tanaman pangan, peternakan, perikanan, dan olahan makanan.

Sejak 2016, program ink telah memberikan pendampingan ke 7.000 kepala keluarga di 142 desa di Riau. Desa-desa tersebut antara lain tersebar di wilayah Kabupaten Siak, Bengkalis, Rokan Hulu, Indiragiri Hilir, Dumai, dan Pekanbaru. Tahun ini, program DMPA berencana menjangkau 47 lokasi baru dan ditargetkan akan ada total 189 lokasi DMPA. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Luar Biasa, Setelah Tebang Sawit, Petani Asal Siak Riau Ini Jadi Pembicara di KTT Perubahan Iklim PBB
GoNews Wah, Ternyata 121 Pabrik Sawit di Riau Miliki Lahan Ilegal
GoNews KPK Mulai Telusuri Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit di Riau
GoNews Ikan Lele Diejek-ejek oleh Buzzer-buzzer Nakal, Menteri Susi: Padahal Hasilnya Luar Biasa
GoNews Ternyata Perdana Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew Belajar GBHN dari Pak Harto
GoNews Mitsubishi Fokus Kembangkan Model SUV dengan Teknologi Listrik
GoNews Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Otomotif Dalam Rangka Produksi Mobil Listrik
GoNews KM Mina Sejati Dibajak 3 ABK-nya, 2 Penumpang Tewas karena Mencebur ke Laut, 18 Belum Diketahui Nasibnya
GoNews Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
GoNews Kakinya Tertusuk Paku Berkarat, Gadis Paskibraka Pembawa Baki Ini Tetap Jalankan Tugasnya Sambil Meringis
GoNews Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
GoNews Setelah Gas Air Mata Ditembakkan ke Asrama, 43 Mahasiswa Papua Menyerah dan Diangkut ke Mapolrestabes Surabaya
GoNews Kapal Bermuatan 80 Penumpang Terbakar di Perairan Tapulaga, 7 Orang Tewas dan Puluhan Hilang
GoNews Veteran Duduk Paling Belakang Saat Upacara HUT RI di Istana Negara, Cucu Jenderal Sudirman Mengaku Sedih
GoNews 12 Prajurit TNI Dihadang Kelompok Bersenjata di Trans Wamena-Habema, 2 Tertembak
wwwwww