Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
MPR RI
22 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
2
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
MPR RI
22 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
3
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Politik
22 jam yang lalu
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
4
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
Olahraga
22 jam yang lalu
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
5
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa
DPR RI
18 jam yang lalu
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa
6
Garuda Siapkan 'Service Recovery' pasca Pembatalan Penerbangan WNI dari Abu Dhabi
Ekonomi
18 jam yang lalu
Garuda Siapkan Service Recovery pasca Pembatalan Penerbangan WNI dari Abu Dhabi

Dokter Didenda Rp1,3 Miliar Gara-gara Tak Beri Tahu Efek Samping Obat ke Pasien

Dokter Didenda Rp1,3 Miliar Gara-gara Tak Beri Tahu Efek Samping Obat ke Pasien
Ilustrasi dokter. (lp6c)
Sabtu, 27 Juli 2019 20:49 WIB
SINGAPURA - Seorang dokter di Singapura didenda USD 100 ribu alias Rp1,3 miliar (asumsi kurs 1 Dolar sama dengan Rp13.973) karena tak memberitahukan efek samping injeksi kepada pasiennya.

Dikutip dari liputan6.com, denda tersebut dikenakan oleh pengadilan kedisiplinan Singapore Medical Council (CMC) pada Januari lalu kepada dokter spesialis ortopedia, Lim Lian Arn.

Mengutip laman Business Insider, Sabtu (25/7/2019), keputusan yang dibebankan pada dokter ini memicu protes keras. Ratusan ribu orang menandatangani petisi untuk menentang keputusan tersebut. Menurut mereka, hal itu akan membuat dokter lain tidak berani mengambil pengobatan berisiko (meski punya peluang menyembuhkan yang tinggi).

Padahal, suntikan steroid yang diberikan Dr Lim adalah umum, efek sampingnya sementara tetapi memang jarang diketahui.

Sebelumnya, pasien mengklaim telah mengalami perubahan warna kulit dan kehilangan lemak dan jaringan otot. Sementara, sang dokter mengaku bersalah. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww