6 Tahun Ditolak, Pembangunan Masjid di Bendigo Australia Akhirnya Bisa Dimulai

6 Tahun Ditolak, Pembangunan Masjid di Bendigo Australia Akhirnya Bisa Dimulai
Peletakan batu pertama pembangunan masjid di Bendigo, Victoria, Australia. (liputan6.com)
Minggu, 28 Juli 2019 12:09 WIB
VICTORIA - Setelah enam tahun mendapatkan penolakan keras, pembangunan masjid di Kota Bendigo, Victoria, Australia, akhirnya bisa dimulai.

Dikutip dari liputan6.com, didampingi polisi, Menteri Utama Daniel Andrews ambil bagian dalam upacara peletakan batu pertama di lokasi Pusat Komunitas Islam Bendigo di Bendigo Timur, Jumat (26/7/2019).

''Kadang-kadang sulit dan tak ada cara menghindarinya,'' kata Andrews seperti dikutip dari ABC Indonesia, Sabtu (27/7/2019).

''Tetapi dengan semua persetujuan yang ada, dan upacara ini, saya pikir niat baik telah menang atas beberapa pandangan yang cukup buruk, yang artinya kita berada di tempat yang cukup baik dan kita harus sangat bangga.''

Menteri Andrews mengatakan ia tak khawatir akan prospek pusat kegiatan ini yang menjadi sasaran para pemrotes, dan sebagian besar dari mereka yang menentang proyek itu bukan berasal dari Bendigo.

''Kefanatikan bukanlah bentuk protes yang bisa diterima. Ketidaktahuan tak bisa diterima untuk hal-hal ini,'' katanya.

Tonggak pertama dalam proyek yang sangat diperebutkan ini terjadi berkat dana hibah 400.000 dolar Australia (setara Rp4 miliar) dari pemerintah negara bagian Victoria.

Dana pemerintah ditujukan untuk tahap pertama gedung - aula olahraga dan umum yang akan selesai dalam waktu sembilan bulan.

Pembangunan ruang ibadah akan dimulai setelah itu, sambil menunggu penggalangan dana lebih lanjut.

''Ada empat tahap jadi mari kita mulai tahap demi tahap,'' kata wakil presiden Pusat Komunitas Islam Bendigo, Sameer Syed.

''Tahap pertama seharusnya beberapa juta dan mudah-mudahan kami akan memilikinya dalam beberapa tahun mendatang.''

Proses Panjang dan Sulit

Lebih dari 400 keberatan diajukan terhadap rencana pembangunan masjid, yang menyebabkan perdebatan sengit.

Pada satu pertemuan dewan kota, 200 orang memadati galeri kota dan anggota dewan dikawal oleh polisi.

Beberapa penentang mengklaim masjid ini akan membawa kekerasan ke Bendigo dan kota ini akan diberondong hukum Syariah.

''Jika Anda seorang Muslim dan Anda menginginkan masjid, kembalilah ke Timur Tengah. Ini adalah Australia,'' kata seorang anggota masyarakat.

Sekelompok kecil penduduk setempat kemudian membawa kasus ini ke Pengadilan Sipil dan Administratif Victoria (VCAT), dengan alasan pembangunan akan menyebabkan masalah lalu lintas dan sosial.

Meski VCAT menepis kekhawatiran tersebut, pertarungan berlanjut ke Pengadilan Banding Victoria sebelum upaya terakhir untuk membawa masalah tersebut ke Pengadilan Tinggi pada tahun 2016 dibatalkan.

Protes Melumpuhkan Kota

Bersamaan dengan tindakan hukum yang gagal itu, para penentang masjid melakukan perlawanan ke masyarakat melalui kampanye media sosial yang terkoordinasi. Mereka mengirim truk-truk yang mencabut baliho dan balon-balon hitam yang tergantung di sepanjang kota.

Ketegangan tersebut membuat aktivis sayap kanan mengunjungi kota pedalaman ini. Tiga lelaki menggelar adegan pemenggalan kepala boneka palsu dengan darah palsu di luar kantor dewan Bendigo.

Aktivis sayap kanan itu, termasuk Blair Cottrell dari Front Patrior Bersatu (UPF), kemudian dihukum karena melakukan penghinaan serius terhadap Muslim dalam protes tersebut.

Ketidaksetujuan juga berlangsung di Bendigo, ketika protes gaduh pada Agustus 2015 menutup pusat kota saat para aktivis sayap kanan dan anti-rasis memprotes satu sama lain.

Sejumlah besar petugas polisi diperlukan untuk memisahkan kelompok-kelompok besar itu ketika beberapa bentrokan kecil terjadi.

Dua bulan kemudian, kerumunan demonstran kembali hadir ketika kelompok-kelompok anti-rasisme unjuk rasa ke Taman Rosalind sementara 400 polisi menyaksikan ketika ratusan anggota UPF menempati sebuah rotunda di taman yang sama.

Kehadiran aktivis sayap kanan di Bendigo memicu gerakan balasan dari para tokoh masyarakat kota, termasuk pengusaha furnitur Margot Spalding.

Balai Warga dengan Ruang Ibadah

Sebuah masjid kecil di pedalaman Australia dibangun pada 1800-an dan pendiri Bendigo semuanya berperan dalam desain masjid Bendigo. Bangunan ini akan menampung hingga 375 orang dan akan terdiri dari masjid yang memakan sebesar 20-30 persen bangunan.

Sisa bangunan akan terdiri dari aula olahraga, ruang komunitas, perpustakaan, dan kafe.

''Apakah ini, ini adalah balai warga dengan masjid di dalamnya,'' kata arsitek Asher Greenwood.Desainnya terinspirasi oleh masjid paling awal yang dikenal di Australia, dibangun di Maree di Australia Selatan pada tahun 1860-an, menggunakan bahan-bahan dari lanskap lokal seperti lumpur dan batang pohon.

Material batupasir dari daerah Bendigo akan digunakan dalam pembangunan Islamic centre ini.

Juru bicara kompleks ini, Aisha Neelam, mengatakan bahwa desain tersebut menghormati arsitektur Bendigo yang ada dan langkah pendahuluan telah diambil untuk memastikan apakah bangunan ini akan cocok dengan lanskap lokal.

''Bangunan ini tidak menonjol, dan hanya bagian dari apa yang disebut sebagai bangunan di Bendigo.''

Disainnya juga mendapat persetujuan pendiri Bendigo, arsitek kelahiran Jerman, William Charles Varland, yang terkenal dengan penggunaan besi dekoratif pada bangunan.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Sri Mulyani Sebut Anggaran untuk Pendidikan Rp 505,8 Triliun Naik dari 2014 yang Hanya Rp 250 Triliun
GoNews Ikan Lele Diejek-ejek oleh Buzzer-buzzer Nakal, Menteri Susi: Padahal Hasilnya Luar Biasa
GoNews Ternyata Perdana Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew Belajar GBHN dari Pak Harto
GoNews Mitsubishi Fokus Kembangkan Model SUV dengan Teknologi Listrik
GoNews Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Otomotif Dalam Rangka Produksi Mobil Listrik
GoNews KM Mina Sejati Dibajak 3 ABK-nya, 2 Penumpang Tewas karena Mencebur ke Laut, 18 Belum Diketahui Nasibnya
GoNews Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
GoNews Kakinya Tertusuk Paku Berkarat, Gadis Paskibraka Pembawa Baki Ini Tetap Jalankan Tugasnya Sambil Meringis
GoNews Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
GoNews Setelah Gas Air Mata Ditembakkan ke Asrama, 43 Mahasiswa Papua Menyerah dan Diangkut ke Mapolrestabes Surabaya
GoNews Kapal Bermuatan 80 Penumpang Terbakar di Perairan Tapulaga, 7 Orang Tewas dan Puluhan Hilang
GoNews Veteran Duduk Paling Belakang Saat Upacara HUT RI di Istana Negara, Cucu Jenderal Sudirman Mengaku Sedih
GoNews 12 Prajurit TNI Dihadang Kelompok Bersenjata di Trans Wamena-Habema, 2 Tertembak
GoNews Diledek Gemuk Ketika Ingin Makan Es Krim, Gadis 14 Tahun Tusuk Pacarnya Hingga Tewas
GoNews Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi, Anies Baswedan: Ini Tanah Air Kita
wwwwww