Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
19 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
20 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
19 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
18 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
19 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
20 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa

Kata BKN, Ini 4 Kendala yang Dihadapi Para Pelamar CPNS

Kata BKN, Ini 4 Kendala yang Dihadapi Para Pelamar CPNS
Kepala BKN Bima Haria. (setkab.go.id)
Rabu, 31 Juli 2019 08:48 WIB
JAKARTA - Pemerintah akan menerima 100 ribu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 75 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II pada Oktober 2019.

Dikutip dari merdeka.com, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, memprediksi peserta CPNS dan PPPK tahap II tahun ini akan mencapai 5,5 juta orang.

''Dari aspek infrastruktur seleksi, 108 titik lokasi di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan melalui fasilitas yang disediakan BKN dan bekerja sama dengan sejumlah instansi pusat dan daerah. Jumlah ini tentu tidak cukup untuk pelaksanaan seleksi serentak, oleh karena itu beberapa opsi sedang disiapkan dengan kerja sama instansi di pusat dan daerah,'' tutur Bima dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (30/7).

Dia mengungkapkan, pada pelaksanaan seleksi CPNS 2018, total pelamar sebanyak 3.636.251 juta. Rinciannya, jumlah pelamar di 76 instansi pusat mencapai 1.446.460 dan pelamar di 481 instansi daerah sebanyak 2.189.791.

''Selanjutnya formasi CPNS 2018 Provinsi Papua diberikan sebanyak 12.831 dan Provinsi Papua Barat sejumlah 6.208. Sementara untuk seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tahap Pertama sejumlah 51.293 peserta melampaui passing grade,'' kata dia.

Formasi P3K Tahap Pertama dibuka khusus bagi tenaga honorer dengan jabatan Guru, Tenaga Kesehatan, Dosen dan Tenaga Kependidikan PTN baru, serta Penyuluh Pertanian.

Selaku Ketua Pelaksana Panitia Seleksi ASN Nasional (Panselnas), Bima menyampaikan sejumlah kendala yang dialami pelamar CPNS 2018, di antaranya, pertama, database kependudukan yang tidak update.

''Terutama kesulitan pelamar melakukan update Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) daerah dan pusat,'' ungkap dia.

Kedua, sejumlah ijazah pelamar tidak sesuai kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. Ketiga, KTP yang diunggah pelamar tidak jelas atau bukan KTP asli. Keempat, sejumlah dokumen pendukung yang dilampirkan tidak lengkap.

''Beberapa permasalahan ini yang menjadikan peserta tidak memenuhi syarat administrasi (CPNS),'' ungkap dia.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww