Kata BKN, Ini 4 Kendala yang Dihadapi Para Pelamar CPNS

Kata BKN, Ini 4 Kendala yang Dihadapi Para Pelamar CPNS
Kepala BKN Bima Haria. (setkab.go.id)
Rabu, 31 Juli 2019 08:48 WIB
JAKARTA - Pemerintah akan menerima 100 ribu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 75 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II pada Oktober 2019.

Dikutip dari merdeka.com, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, memprediksi peserta CPNS dan PPPK tahap II tahun ini akan mencapai 5,5 juta orang.

''Dari aspek infrastruktur seleksi, 108 titik lokasi di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan melalui fasilitas yang disediakan BKN dan bekerja sama dengan sejumlah instansi pusat dan daerah. Jumlah ini tentu tidak cukup untuk pelaksanaan seleksi serentak, oleh karena itu beberapa opsi sedang disiapkan dengan kerja sama instansi di pusat dan daerah,'' tutur Bima dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (30/7).

Dia mengungkapkan, pada pelaksanaan seleksi CPNS 2018, total pelamar sebanyak 3.636.251 juta. Rinciannya, jumlah pelamar di 76 instansi pusat mencapai 1.446.460 dan pelamar di 481 instansi daerah sebanyak 2.189.791.

''Selanjutnya formasi CPNS 2018 Provinsi Papua diberikan sebanyak 12.831 dan Provinsi Papua Barat sejumlah 6.208. Sementara untuk seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tahap Pertama sejumlah 51.293 peserta melampaui passing grade,'' kata dia.

Formasi P3K Tahap Pertama dibuka khusus bagi tenaga honorer dengan jabatan Guru, Tenaga Kesehatan, Dosen dan Tenaga Kependidikan PTN baru, serta Penyuluh Pertanian.

Selaku Ketua Pelaksana Panitia Seleksi ASN Nasional (Panselnas), Bima menyampaikan sejumlah kendala yang dialami pelamar CPNS 2018, di antaranya, pertama, database kependudukan yang tidak update.

''Terutama kesulitan pelamar melakukan update Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) daerah dan pusat,'' ungkap dia.

Kedua, sejumlah ijazah pelamar tidak sesuai kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. Ketiga, KTP yang diunggah pelamar tidak jelas atau bukan KTP asli. Keempat, sejumlah dokumen pendukung yang dilampirkan tidak lengkap.

''Beberapa permasalahan ini yang menjadikan peserta tidak memenuhi syarat administrasi (CPNS),'' ungkap dia.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
wwwwww