Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
17 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
17 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
16 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
16 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
17 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
17 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa

Bus Sarat Penumpang Dibom, 34 Tewas dan 17 Terluka, Sebagian Besar Korban Wanita dan Anak-anak

Bus Sarat Penumpang Dibom, 34 Tewas dan 17 Terluka, Sebagian Besar Korban Wanita dan Anak-anak
Pasukan keamanan Afghanistan dan pekerja kota berkumpul di lokasi serangan di Kabul, Senin (29/7/2019). (beritasatu.com)
Jum'at, 02 Agustus 2019 07:44 WIB
KANDAHAR - Sebuah bus yang sarat penumpang meledak akibat bom bunuh diri di jalan raya Kandahar-Herat, Afghanistan, Rabu (31/7). Sebanyak 34 orang tewas dan 17 lainnya terluka akibat insiden mengerikan itu.

Dikutip dari beritasatu.com, juru bicara provinsi Farah Muhibullah Muhib mengatakan, para korban tewas kebanyakan adalah wanita dan anak-anak, di tengah seruan untuk mengakhiri pembunuhan yang tak beralasan di Afghanistan.

''Bom itu baru saja ditanam oleh gerilyawan Taliban untuk menargetkan pasukan keamanan Afghanistan dan asing. Semua korban adalah warga sipil, kebanyakan wanita dan anak-anak,'' katanya.

Sediq Sediqqi, juru bicara kepresidenan Afghanistan, membenarkan jumlah korban tewas dan juga menyalahkan serangan terhadap Taliban.

Namun seorang pejabat Taliban mengatakan para milisinya tidak bertanggung jawab atas penanaman ranjau darat di daerah itu.

''Ledakan itu belum dilakukan oleh Taliban, kami sedang menyelidiki insiden itu,'' kata juru bicara Zabihullah Mujahid.

Sejauh ini, tidak ada kelompok bersenjata yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Keamanan telah memburuk di Afghanistan dengan Taliban dan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) melakukan serangan hampir setiap hari terhadap pasukan Afghanistan, pegawai pemerintah, dan warga sipil.***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam

wwwwww