Kasus Suap Proyek BHS, KPK Duga Libatkan Sejumlah Petinggi 2 BUMN

Kasus Suap Proyek BHS, KPK Duga Libatkan Sejumlah Petinggi 2 BUMN
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang SGD 96.700 hasil OTT di Gedung KPK, Kamis (1/8/2019). (lp6c)
Jum'at, 02 Agustus 2019 07:19 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga kasus suap proyek Baggage Handling System (BHS) melibatkan sejumlah petinggi di BUMN PT Angkasa Pura II dan PT Industri Telekomunikasl Indonesia (PT INTI).

Dikutip dari liputan6.com, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, tidak mungkin pengambilan keputusan terkait proyek senilai Rp86 miliar itu hanya melibatkan satu orang.

''Apakah keputusan itu bisa diambil seorang diri? Sudah pasti tidak,'' ujar Basaria, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019).

Basaria memastikan, kasus ini tidak akan berhenti dengan dua tersangka saja.

''Kemungkinan akan dikembangkan karena operasi ini adalah operasi tangkap tangan (OTT),'' kata dia.

Sebelumnya, KPK menangkap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam dan staf PT INTI Taswin Nur. Andra diduga menerima suap sebesar SGD 97.600 dari Taswin lantaran mengawal proyek Baggage Handling System (BHS).

Proyek BHS sendiri akan dikerjakan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) yang akan dioperasikan PT Angkasa Pura Propertindo (PT APP) dan dikelola PT Angkasa Pura II.

Awalnya PT APP berencana melakukan tender pengadaan proyek BHS, namun Andra mengarahkan agar PT APP melakukan penjajakan untuk penunjukan langsung kepada PT INTI agar menggarap proyek senilai Rp86 miliar ini.

Andra juga mengarahkan adanya negosiasi antara PT APP dan PT INTI untuk meningkatkan DP dari 15% menjadi 20% untuk modal awal PT INTI dikarenakan ada kendala cashflow di PT INTI.

Teken Kontrak

Atas arahan Andra, kemudian Executive General Manager Divisi Airport Maintenance PT Angkasa Pura II Marzuki Battung menyusun spesifikasi teknis yang mengarah pada penawaran PT INTI.

Tak hanya itu, Andra juga mengarahkan Direktur PT Angkasa Pura Propertindo, Wisnu Raharjo untuk mempercepat penandatanganan kontrak antara PT APP dan PT INTI. Tujuannya, agar DP segera cair sehingga PT INTI bisa menggunakannya sebagai modal awal.

Andra selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Taswin sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Ketum PSSI Sudah Usulkan Stadion Riau Jadi Lokasi Piala Dunia U-20 ke FIFA, Ini Alasannya..
GoNews Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia
GoNews Dalam Draf Omnibus Law, Presiden Bisa Ubah UU Lewat PP, Mahfud MD: Mungkin Itu Keliru Ketik
GoNews Wanita 39 Tahun Nyaris Diperkosa Remaja Saat Tidur di Kamar Kos, Lolos karena Tarik Senjata Pelaku
GoNews Kakek 68 Tahun Dibui 2 Bulan karena Curi Karet 1,9 Kg, Jaksa Agung Akui Penegakan Hukum Belum Berikan Rasa Keadilan
GoNews Kenal di Medsos, 2 Gadis Remaja Dicabuli 2 Pria Pengangguran dalam Kamar Kos yang Sama
GoNews Sudah 355 Penumpang Terinfeksi Virus Corona, 78 WNI Tetap Bekerja dalam Kapal Diamond Princess
GoNews RUU Cilaka Hapus Upah Minimum Kabupaten/Kota
GoNews Kampungnya Terisolir, Ibu Hamil 3 Bulan yang Alami Pendarahan Terpaksa Ditandu 32 Kilometer Menuju Rumah Sakit
GoNews Tim Satgas Diminta Rahasiakan Draf Omnibus Law, Komisioner Ombudsman Mengaku Malu
GoNews Ketua KSPI: Dahsyat, Pak Jokowi Ingin Memiskinkan Kaum Buruh Indonesia
GoNews Komite Keselamatan Jurnalis Kecam Pemidanaan Jurnalis dengan UU ITE
GoNews 356 Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terinfeksi Virus Corona, AS dan Kanada Evakuasi Warganya
GoNews Gadis 13 Tahun yang Mengaku Dihamili Bocah 10 Tahun Ternyata Korban Perkosaan Remaja
GoNews Korban Terinfeksi Virus Corona Meninggal di Prancis
GoNews Berdalih Selamatkan Pernikahan, Pria Ini Segel Kemaluan Istrinya Pakai Lem Super, Begini Akibatnya
GoNews Non Stop 18 Hari Tangani Pasien Virus Corona, Dokter Xu Hui Meninggal karena Kelelahan
GoNews Jenazah 12 Prajurit TNI Korban Heli MI-17 Sudah Dievakuasi, 10 Senjata Api Tak Ditemukan
wwwwww