Merasa Tak Tenang, Warga 11 Distrik Mengungsi, Bupati Nduga Minta TNI dan Polri Ditarik

Merasa Tak Tenang, Warga 11 Distrik Mengungsi, Bupati Nduga Minta TNI dan Polri Ditarik
Bupati Nduga Yairus Gwijangge. (topikpapua)
Senin, 05 Agustus 2019 17:54 WIB
JAKARTA Bupati Nduga, Papua, Yairus Gwijangge, meminta semua anggota TNI dan Polri yang ditugaskan mengamankan proyek pembangunan infrastruktur ditarik dari Nduga.

Dikutip dari merdeka.com, permintaan itu disampaikan Bupati Nduga Yairus Gwijangge saat bertemu dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/8). Yairus mengharapkan Bambang menyampaikan permintaannya itu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

''Sehingga kami dengan harapan penuh meminta kepada Bapak Presiden melalui Ketua DPR RI, agar menarik anggota TNI Polri non organik dan organik itu yang sama-sama melaksanakan tugas di sana,'' kata Yairus.

Yairus mengatakan, selama ini masyarakatnya tak tenang hidup di antara anggota TNI dan Polri. Bahkan beberapa dari masyarakat di kawasan tersebut sudah mengungsi.

''Masyarakat Nduga itu hidup tidak tenang, mereka masih berada di hutan-hutan. mereka juga sudah mengungsi ke beberapa kabupaten tetangga. Dan sekitar 11 distrik itu sudah dikosongkan,'' ungkapnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga Namia Wijangge mengungkapkan masyarakat Nduga banyak yang masih trauma terhadap tragedi gerakan separatis di tahun 1996. Sehingga dia minta TNI dan Polri segera ditarik ke markasnya.

''Trauma itu terus terbawa sampai dengan sekarang. Sehingga persoalan ini dalam waktu singkat ini mau diselesaikan sangat susah,'' kata Namia.

Menurutnya, anggota TNI/Polri justru sebenarnya tidak berjaga di proyek pembangunan infrastruktur, tetapi malah masuk ke perkampungan.

''Anggota TNI Polri yang dikirim ke sana itu bukan menjaga pembangunan jalan tetapi masuk ke kampung-kampung masyarakat di sana,'' ucapnya.

Dia menegaskan, masyarakat Kabupaten Nduga tidak menolak pembangunan infrastruktur. Namun kenyataannya justru pembangunan jembatan maupun jalannya belum terlaksana.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Diantar Pacar Tengah Malam dan Ngobrol Hingga Pukul 23.30 WIB, Biduan Ditemukan Tewas Waktu Subuh
GoNews Putrinya Minta Restu Menikah, Ayah Berikan Syarat Harus Bersedia Digauli, Begini Akibatnya
GoNews Pasca Ledakan Bom di Mapolrestabes Medan, Polisi Buru Seorang Pimpinan Pengajian
GoNews Istri Polisi Hilang 2 Hari, Ditemukan Waka Polres dalam Kamar Hotel bersama Polisi Lain
GoNews Dicabuli Kakek dan Sepupu Sejak SMP, Siswi Kelas II SMA Ini Kini Hamil 6 Bulan
GoNews Bus Sinar Jaya dan Arimbi Tabrakan di Tol Cipali, 7 Penumpang Tewas, Ini Identitas Korban
GoNews Kapolri: Bukan Rahasia Umum, Banyak Kapolres Minta Jatah Proyek, Nanti Saya Carikan Pemain Cadangan
GoNews Militer Israel Bombardir Pemukiman Warga Palestina, 22 Muslim Wafat dan 66 Terluka
GoNews Dijadikan PSK buat Bayar Utang, Diracun Suami Saat Hamil 8 Bulan
GoNews Menteri Keuangan Terbitkan Aturan Baru Tentang Iuran BPJS Kesehatan
GoNews Kapolsek Cempa Bersimpuh di Hadapan Massa untuk Selamatkan Nyawa Pekerja Tambang
GoNews Ditusuk Suami Berkali-kali, Wanita Hamil Tua ke Rumah Sakit Sendirian dalam Kondisi Berdarah-darah
GoNews Habib Rizieq Perlihatkan Surat Pencekalan, Imigrasi Mengaku Belum Tahu
GoNews Istri Berlumuran Darah dalam Kamar Mandi, Suami Ditemukan Tergantung di Kebun
GoNews MUI Pusat Dukung Imbauan MUI Jatim Agar Pejabat Jangan Ucapkan Salam Semua Agama, Ini Alasannya
GoNews Memalukan, Anggota Fraksi PSI Lemparkan Dokumen RAPBD ke Lantai Saat Rapat, Mengaku Spontanitas
GoNews MA India Putuskan Umat Hindu Boleh Bangun Kuil di Tempat Berdirinya Masjid Berusia 450 Tahun
GoNews Mengaku Anggota TNI, Kuli Bangunan Berhasil Kuras 3 Janda Luar Dalam
wwwwww