Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
24 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
Politik
21 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
DPR RI
20 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
4
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Hukum
21 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
5
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Peristiwa
19 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
6
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Kesehatan
17 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi

2 Kambing Milik Warga Nagari Koto Tangah Mati dengan Bekas Gigitan di Leher dan Isi Perut Keluar

2 Kambing Milik Warga Nagari Koto Tangah Mati dengan Bekas Gigitan di Leher dan Isi Perut Keluar
Beruang madu. (wikipedia)
Minggu, 11 Agustus 2019 23:11 WIB
BATUSANGKAR - Warga Jorong Sungai Salak, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dihebohkan dengan matinya dua ekor kambing milik warga secara misterius.

Dikutip dari merdeka.com, pada leher dua kambing yang mati itu terdapat bekas gigitan dan isi perutnya keluar. Warga menduga kedua kambing itu dimangsa beruang madu.

''Kejadian itu diketahui pada Sabtu (10/8) pagi oleh pemilik kambing, Rosmidar. Rencananya akan dijadikan hewan kurban pada Minggu,'' kata Camat Tanjung Emas Abramis Yuzi, di Batusangkar, Ahad (11/8).

Menurutnya, kejadian tersebut sudah berlangsung sejak satu minggu terakhir. Sebelumnya pernah dilaporkan ada itik warga mati dengan bekas gigitan dan diduga dimangsa beruang madu.

''Kejadian itu di daerah Ronge, Nagari Saruaso daerah setempat. Kabarnya sampai lima hingga delapan ekor itik warga yang mati akibat diterkam binatang buas tersebut,'' katanya.

Sebagai antisipasi, pihaknya bersama warga, polisi kehutanan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, melakukan pemasangan perangkap dengan menyusuri jejak beruang tersebut.

Yakni dengan cara meletakkan makanan berupa buah di perangkap itu dan membunyikan suara-suara yang berisik yang bisa mengganggu keberadaanya. Bahkan petugas juga menyiapkan tembak bius untuk melumpuhkannya.

''Uniknya makanan yang diletakkan di atas perangkap itu habis. Tapi beruang itu belum juga menampakkan diri,'' ujarnya dilansir Antara.

Ia mengaku, di lokasi tersebut juga siap sedia dua orang petugas dari Polisi Kehutanan bersenjata lengkap untuk mengamankan jika hal serupa kembali terjadi.

Kemunculan beruang madu di Jorong Sungai Salak juga berdampak pada aktivitas warga setempat yang berprofesi sebagai petani getah. ''Saat ini banyak petani tidak pergi ke hutan karena takut,'' kata dia. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww