Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
3 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
10 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
5
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
10 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
6
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Peristiwa
11 jam yang lalu
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan

Kata JK, Balas Serang KKB Bukan Pelanggaran HAM

Kata JK, Balas Serang KKB Bukan Pelanggaran HAM
Briptu Hedar, korban penembakan KKB. (dok)
Rabu, 14 Agustus 2019 20:47 WIB
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sepertinya sangat geram terhadap aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membunuh Briptu Hedar di Kampung Usir, Kecamatan Puncak, Papua. JK menegaskan, TNI dan Polri harus membalas serangan KKB tersebut.

Dikutip dari merdeka.com, menurut JK, langkah TNI dan Polri membalas aksi KKB, bukanlah pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM).

''Itu bukan pelanggaran HAM, karena yang melanggar HAM siapa yang duluan. Sering orang, apalagi luar negeri, menganggap semua pelanggaran HAM. Bagaimana HAM, kalau yang meninggal TNI dan polisi lebih dahulu,'' kata JK saat memberikan pembekalan dalam rangka kegiatan bersama kejuangan kepada Perwira Siswa Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko Angkatan Sespimmen Polri tahun 2019 di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (14/8).

JK mengatakan, negara yang paling melanggar HAM di dunia adalah Amerika Serikat. Sebab negeri Paman Sam membom negara-negara lain tanpa dasar. Mulai dari Vietnam, Suriah, Irak, hingga Libya.

''Kalau soal melanggar HAM, barangkali negara yang paling langgar HAM di dunia adalah Amerika, Itu pelanggaran HAM terbesar di dunia yang terjadi,'' ungkap JK.

Sebelumnya JK menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya Briptu Hedar yang ditemukan tewas usai disergap dan disandera kemudian dibunuh oleh pelaku diduga dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kampung Usir, Puncak, Papua pada Senin (12/8). Dia menjelaskan pemerintah harus menyelesaikan masalah di Papua agar kondisi jadi lebih aman.

''Ya tentu kita merasa berduka cita. Memang di daerah konflik selalu ada korban. Tapi yang penting kita selesaikan masalahnya. Secara umum. Supaya Papua itu lebih aman,'' kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (13/8).

Sebab itu dia menegaskan harus menyelesaikan masalah dengan cara menumpas KBB sampai akarnya. Kalau tidak kata dia, Indonesia akan dinilai rendah.

''Tetapi apa bila ada yang menyerang aparat polisi negara. Harus diselesaikan, harus diserang balik. Itu harus. Kalau diterima begitu saja itu salah,'' ungkap JK.

Untuk diketahui, Briptu Hedar ditemukan tewas usai disergap dan disandera kemudian dibunuh oleh pelaku yang diduga dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kampung Usir, Puncak, Papua pada Senin 12 Agustus 2019. Sedangkan Bripka Alfonso, polisi yang bersama Hedar berhasil kabur dan melapor ke Pos Polisi Kago, Kabupaten Puncak.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww