Loading...    
           

Pembantai Satu Keluarga di Serang Ternyata 2 Orang Bertopeng, Begini Pengakuan Korban Selamat

Pembantai Satu Keluarga di Serang Ternyata 2 Orang Bertopeng, Begini Pengakuan Korban Selamat
Aparat memasang garis polisi di rumah korban pembantaian satu keluarga di Serang. (int)
Rabu, 14 Agustus 2019 11:47 WIB
SERANG - Siti Sa'idah yang merupakan korban selamat dalam pembantaian satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten, mengungkapkan, pelaku adalah dua orang bertopeng hitam.

Dikutip dari merdeka.com, Siti Sa'idah berhasil melewati masa kritis setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kota Cilegon, Banten. Siti mengalami luka robek di mulut dan tiga luka tusuk di punggungnya. Sementara suaminya bernama Rustiadi (33) dan anaknya berinisial A (4) meregang nyawa dalam peristiwa itu.

''Menurut saksi korban, istrinya itu, sempat berbicara sedikit, menyampaikan bahwa pelaku yang mengetuk pintu depan sudah menggunakan penutup muka, sehingga sudah dipastikan ini pembunuhan berencana,'' kata Kapolres Serang, AKBP Firman Affandi, Banten, Selasa 13 Agustus 2019.

Jika kedua pelaku berhasil ditangkap dan terbukti melakukan pembunuhan berencana, maka akan dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Menurut Siti, peristiwa terjadi pada Selasa 13 Agustus 2019 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Saat kondisi perkampungan sepi, dua orang misterius itu langsung menyerang korban.

''(Pelaku) dua orang. Menggunakan topeng kupluk. Kemungkinan jam 2 pagi. Pintu diketok (pelaku), (pintu) dibuka (Siti Sa'idah), pisaunya langsung mengenai bibir korban istrinya,'' terangnya.

Siti kemudian berteriak hingga suaminya, Rustiadi terbangun. Salah satu pelaku menusukkan tiga kali pisaunya ke punggung Siti. Sedangkan sang anak yang diduga menangis, dihabisi nyawanya oleh pelaku. Begitu pula kepada Rustiadi.

Dugaan sementara, Rustiadi dan Siti sempat membela diri dan bertarung dengan kedua pelaku. Salah satu pelaku pun diduga terluka. Hal ini terlihat dengan adanya jejak darah di luar rumah korban.

''Menurut saksi, sempat terjadi pertarungan. Di dalam rumah terdapat kotoran tinja, itu kemungkinan milik korban. Kemungkinan dicekik. Ada bercak darah di luar rumah, kemungkinan darah pelaku,'' jelasnya.

Guna mempercepat pencarian kedua pelaku, Polres Serang Kota dibantu oleh Polda Banten menerjunkan anjing pelacak ke lokasi kejadian. Anjing pelacak mencari jejak terduga pelaku pembunuhan berencana ke beberapa lokasi hingga ke persawahan.

''Anjing pelacak mencari jejak pelaku, masih terus mencari dilaksanakan pencarian jejak. Mudah-mudahan bisa terungkap pelaku,'' ujarnya

Sosok Pendiam dan Pekerja Keras

Asgari (50), orang yang pertama kali menemukan satu keluarga terbantai di dalam rumah, sekitar pukul 07.30 WIB pada Selasa, 13 Agustua 2019. Dia bercerita pertama kali menemukan jenazah Rustandi saat akan mengambil perkakas tukang bangunan yang ada di bagian samping rumah korban.

''Mau ngambil alat saya tuh, ketok-ketok dulu di pintu. Alat saya bawa keluar, saya masuk lagi lihat darah udah pingsan saya. Posisi pintu ngebuka, masuk dari pintu,'' kata Asgari di Mapolsek Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (13/08/2019).

Rustiadi dikenal sebagai pribadi yang baik, pendiam dan tidak pernah berperilaku yang aneh-aneh. Korban pun kepala rumah tangga pekerja keras.

''Baik orangnya, (Rustiadi) ponakan saya itu. Orangnya diem. Enggak ada masalah dia. Alatnya ada di luar. Sadarnya anak saya manggil," terangnya.

Rustiadi sudah menikah dua kali. Pernikahan pertamanya bersama istri Munawaroh kandas di tengah jalan dan memiliki anak berinisial Z yang kini telah duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD).

Pernikahan keduanya bersama Siti Sa'idah dikaruniai seorang anak berinisial A (4), yang ikut menjadi korban pembantaian di rumah korban.

''Dulu nikah sama anak saya, terus cerai. Ini anaknya, mukanya persis sama bapaknya," kata Ahyanah, mantan mertua Rustiadi saat membawa cucunya ke rumah korban, Selasa (13/8).

Ahyanah bercerita saat Idul Adha, Rustiadi mendatangi anaknya Z di rumah mantan mertuanya di Desa Krapcak, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Namun ada hal berbeda saat perjumpaan itu, Rustiadi hanya mengusap kepala sang anak dan tidak berkata apapun.

''Cuma dateng, ngasih uang, ngusap kepalanya, terus pulang. Itu pas hari Minggu kemarinnya,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Sembilan Siswa-Siswi SMP Pesta Miras di Waduk Dinihari, Ditangkap Satpol PP dalam Keadaan Teler
GoNews Temuan Kontras, Mahasiswa UHO Yusuf Kardawi Ditembak Sebelum Dipukuli Polisi
GoNews Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Bengkulu Pagi Ini
GoNews Menolak Jadi Menteri Kabinet Jokowi, Ini Alasan Sandiaga Uno
GoNews Wanita Perekam dan Penyebar Video Ancam Penggal Kepala Jokowi Divonis Bebas
GoNews Artis Korea Sulli Ditemukan Tak Bernyawa di Apartemen
GoNews Wali Kota Pesta Seks dengan Sejumlah Pelacur di Kapal, Videonya Beredar Luas
GoNews Ajakan Menikah Ditolak, Pemuda Nekat Bunuh Diri di Hadapan Janda Idamannya
GoNews Ada Pesan dari Pemimpin Tentara Pembebasan Papua Sebelum Kerusuhan di Wamena, Warga Pendatang Akan Dieksekusi
GoNews Wuih, Ibu Rumah Tangga Cantik Ini Sendirian Gelapkan 62 Mobil dalam 2 Bulan, Begini Modusnya
GoNews Tangki Mobil Mengisi BBM Bocor, SBPU Bukit Ambacang Nagari Gadut Terbakar Tadi Malam
GoNews Pohon Ini Tahan Api, BNPB Silakan Gubernur dan Bupati Ambil Bibit untuk Ditanam di Daerah Rawan Karhutla
GoNews Dijanjikan Dinikahi Jika Hamil, Siswi SMP Dicabuli Remaja Baru Dikenalnya di FB, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
GoNews Kapolda Papua Sebut Penikaman Pekerja di Wamena Ada Hubungannya dengan Kerusuhan 23 September
GoNews Kajian Ustaz Abdul Somad di UII Dihadiri 7.000 Jamaah, Rektor: Luar Biasa, Alhamdulillah
GoNews Berdalih Beri Pelajaran Seks, Ayah Perkosa Putrinya Selama 20 Tahun Hingga Lahirkan 6 Anak yang Juga Dicabulinya
GoNews Ambon dan Seram Disebut Bakal Lenyap Terseret ke Palung Laut Sedalam 7 Kilometer, Begini Penjelasan BNPB
GoNews Ditembak Saat Shalat, 15 Muslim Tewas dalam Masjid
wwwwww