Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
18 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
2
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
6 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
3
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
6 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
4
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
6 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
5 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi

Kawanan Burung Camar Tersedot Mesin, Pesawat Bermuatan 233 Penumpang Mendarat di Ladang Jagung

Kawanan Burung Camar Tersedot Mesin, Pesawat Bermuatan 233 Penumpang Mendarat di Ladang Jagung
Pesawat Rusia Ural Airlines mendarat di tengah ladang jagung di Moskow, Kamis (15/8). (poskotanews.com)
Jum'at, 16 Agustus 2019 20:36 WIB
MOSKOW - Pesawat Rusia Ural Airlines terpaksa mendarat di tengah ladang jagung di Moskow, beberapa saat setelah lepas landas dari Bandara Zhukovsky, Moskow, menuju Simferopol, Krimea, Kamis (15/8).

Dikutip dari poskotanews.com, pilot berkewarganegaraan Rusia itu memutuskan melakukan pendaratan darurat setelah pesawat menabrak kawanan burug camar. Kawanan burung tersebut tersedot ke dalam mesin pesawat jenis Airbus 321 itu.

Dalam insiden itu, 23 orang mengalami luka. Penumpang dan awak yang luka dilarikan ke rumah sakit, sementara yang lain diminta untuk menunggu di bandara.

Menurut Kementerian Kesehatan, lima anak-anak, termasuk yang dirawat di rumah sakit. Mereka yang mengalami luka, dikategorikan luka serius atau sedang.

Pilot disebutkan mendaratkan pesawat dengan cara mematikan mesin dan menarik roda pesawat.

Dalam keterangannya, Ural Airlines mengatakan pesawat mengalami kerusakan berat dan tidak akan diterbangkan lagi.

Reuters merilis, pihak berwenang tengah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Badan transportasi Rusia, Rosaviatsia, mengatakan pesawat melakukan pendaratan darurat di ladang jagung sekitar satu kilometer dari landasan pacu di Bandar Udara Internasional Zhukovsky.

Salah seorang penumpang yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pesawat terguncang hebat setelah lepas landas.

''Lima detik kemudian, lampu di kanan pesawat mulai menyala dan muncul bau seperti terbakar. Kemudian pesawat mendarat dan semua orang keluar dan berlari menjauh,'' tutur penumpang itu kepada televisi Rusia.

Seorang penumpang lainnya juga menceritakan apa yang dialaminya.

''Muncul kebisuan keras di dalam pesawat. Semua orang menunggu nasib. Kemudian pesawat menghantam tanah dengan keras. Saya memeluk bayi saya. Saya takut anak saya akan terguncang keras karena badannya masih kecil,'' ucapnya.

Media Rusia membandingkan peristiwa itu dengan insiden maskapai Amerika Serikat, US Airways, yang harus melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson tidak lama setelah lepas landas pada tahun 2009.

Di dunia penerbangan, tabrakan antara kawanan burung dan pesawat merupakan fenomena umum.

Di Amerika Serikat sendiri, terdapat ribuan insiden seperti itu setiap tahun. Namun demikian, insiden-insiden itu jarang menyebabkan kecelakaan atau kerusakan pada pesawat.***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews
Kategori:Ragam

wwwwww