Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
Internasional
21 jam yang lalu
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
2
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
Peristiwa
21 jam yang lalu
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
3
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
12 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
4
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
12 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
5
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Peristiwa
11 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
6
Lawan Covid -19, Aziz Syamsudin Ajak Warga Budayakan Gotong Royong
Politik
13 jam yang lalu
Lawan Covid -19, Aziz Syamsudin Ajak Warga Budayakan Gotong Royong

Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak

Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
Aula pernikahan berantakan akibat ledakan bom di Dubai, Kabul barat, Afghanistan, Sabtu malam. (beritasatu)
Minggu, 18 Agustus 2019 21:10 WIB
KABUL - Bom meledak di tengah pesta pernikahan di Dubai, Kabul barat, Afghanistan, Sabtu (17/8) malam. Sedikitnya 63 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat insiden tersebut.

Dikutip dari beritasatu.com, pejabat mengatakan, serangan bom itu paling mematikan di Kabul tahun 2019.

Ledakan terjadi di area resepsi pria di aula pernikahan di Dubai, Kabul barat, di kawasan minoritas Syiah. Pesta itu penuh sesak dengan orang-orang yang merayakan pernikahan.

''Wanita dan anak-anak termasuk di antara korban,'' kata juru bicara kementerian dalam negeri Nasrat Rahimi, Minggu (18/8).

Serangan itu terjadi ketika Taliban dan Amerika Serikat (AS) sedang mencoba untuk menegosiasikan perjanjian tentang penarikan pasukan AS sebagai imbalan atas komitmen Taliban pada pembicaraan keamanan dan perdamaian dengan pemerintah Afghanistan yang didukung AS.

Taliban membantah terlibat dalam serangan itu. Taliban menyebut ledakan itu ''terlarang dan tidak dapat dibenarkan''.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengecam keras ''serangan tidak berperikemanusiaan'' dalam satu pesan di Twitter pada hari Ahad.

''Taliban tidak dapat membebaskan diri dari kesalahan, karena mereka menyediakan platform untuk teroris,'' tambahnya.

Setelah serangan itu, gambar-gambar dari dalam aula menunjukkan tubuh bernoda darah di tanah bersama dengan potongan-potongan daging dan pakaian robek, topi, sandal dan botol air mineral.

''Ledakan bom terjadi di dekat panggung di mana para musisi berada dan semua pemuda, anak-anak dan semua orang yang ada di sana terbunuh,'' ujar saksi Gul Mohammad kepada kantor berita Associated Press.***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam

wwwwww