Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
10 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
Sepakbola
13 jam yang lalu
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
3
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
Sepakbola
13 jam yang lalu
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
4
Lawan Manchester United, Bournemouth Unggul di Bola Mati
Sepakbola
13 jam yang lalu
5
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi Pasukan 
Sepakbola
13 jam yang lalu
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi Pasukan 
6
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Kesehatan
17 jam yang lalu
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru

Bocah yang Jasadnya Dibopong Ayahnya Jalan Kaki Ternyata Tewas Saat Tolong Temannya yang Tenggelam

Bocah yang Jasadnya Dibopong Ayahnya Jalan Kaki Ternyata Tewas Saat Tolong Temannya yang Tenggelam
Seorang ayah membopong jasad putranya berjalan kaki karena pihak Puskesmas menolak mengantarkan menggunakan ambulans. (poskotanews)
Sabtu, 24 Agustus 2019 20:38 WIB
TANGERANG - Seorang ayah, warga Kampung Kelapa, Kelurahan Kelapa Indah, Kota Tangerang, Banten, terpaksa membopong jenazah putranya, Muhamad Husen (8), pulang ke rumah dengan berjalan kaki.

Dikutip dari poskotanews.com, Muhamad Husen diketahui merupakan korban tenggelam di Sungai Cisadane. Bocah laki-laki malang itu kemudian ditolong dan dilarikan oleh warga ke Puskesmas Cikokol guna mendapatkan pertolongan medis.

Namun naas, nyawa bocah laki-laki itu tak tertolong sesampainya di Puskesmas Cikokol. Petugas Puskesmas menyatakan Husen telah meninggal dunia akibat terlalu banyak menelan air.

Tenggelamnya Husen bermula ketika tengah bermain bersama dua temannya bernama Ridwan (12) dan Farlan (12) di pinggir sungai, tepatnya di belakang Perumahan Taman Permata Mulia, Jalan MH Thamrin, Kota Tangerang. Husen dan Farlan kemudian memutuskan untuk berenang.

''Korban Farlan diduga tidak bisa berenang, lalu tenggelam. Korban Husen mencoba menolong justru ikut tenggelam. Melihat hal itu, teman korban yang tidak ikut berenang lalu melapor ke warga,'' kata Hardi, salah seorang warga, Sabtu (24/8/2019).

Tak berselang lama, warga datang untuk menolong Husen. Warga juga berkoordinasi dengan Basarnas.

''Jasad korban Farlan berhasil ditemukan malam tadi setelah petugas gabungan melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Jenazah kemudian diantar ke rumah duka untuk dimakamkan,” pungkasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam

wwwwww