Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
Ekonomi
6 jam yang lalu
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
2
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
DPR RI
7 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
3
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki 'New Normal'
DPR RI
8 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki New Normal
4
Satgas Covid-19 DPR Terima Paparan Data Pandemi dari Kemenkes
DPR RI
7 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR Terima Paparan Data Pandemi dari Kemenkes
5
Perlindungan ABK Perikanan Lemah, KLC Desak Pemerintah Lakukan Ini...
Umum
9 jam yang lalu
Perlindungan ABK Perikanan Lemah, KLC Desak Pemerintah Lakukan Ini...
6
Bahas Persiapan New Normal, Satgas Covid-19 DPR Sambangi Menkes
Politik
8 jam yang lalu
Bahas Persiapan New Normal, Satgas Covid-19 DPR Sambangi Menkes

Perekonomian Sedang pada Ketidakpastian, Menkeu: Indonesia Harus Waspada Tanpa Pesimistis

Perekonomian Sedang pada Ketidakpastian, Menkeu: Indonesia Harus Waspada Tanpa Pesimistis
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Selasa, 27 Agustus 2019 14:51 WIB
JAKARTA - Pemerintah berupaya menjaga momentum percepatan pertumbuhan ekonomi meskipun di tengah berbagai tantangan dan gejolak lingkungan global yang meningkat. Oleh karena itu dalam menghadapi kondisi global, Indonesia harus waspada tanpa merasa pesimistis, dalam melakukan berbagai langkah antisipasi risiko yang muncul, serta mengambil peluang.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakata, Selasa (27/8/2019). Ia mengatakan bahwa perekonomian dunia saat ini masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian, seperti perang dagang yang berlarut-larut dan eskalasinya semakin meningkat, perlambatan ekonomi di banyak negara di dunia, serta gejolak geopolitik yang masih banyak terjadi.

“Perlambatan ekonomi global yang diperkirakan terjadi secara luas, terutama pada perekonomian negara maju, disebabkan oleh dinamika perdagangan dunia akhir-akhir ini dan beberapa isu struktural seperti penurunan produktivitas dan penuaan populasi” jelasnya.

Di samping itu, ia mengatakan bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 diperkirakan akan bertumpu pada pertumbuhan ekonomi beberapa negara berkembang, ditopang oleh prospek pertumbuhan yang tetap solid di India, Indonesia, dan Vietnam.

Lantaran pada kelompok negara ASEAN, Indonesia menjadi salah satu negara yang akan mendukung pertumbuhan ASEAN-5 di tahun 2020.

“ASEAN diprediksi menjadi kawasan yang dapat mengambil keuntungan di tengah peningkatan tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Meski demikian, negara ASEAN pengekspor komoditas seperti Malaysia dan Indonesia, perlu terus berhati-hati pada dinamika harga komoditas,” tuturnya.

Dia mengatakan dalam menghadapi berbagai risiko global, maka kunci yang bisa dilakukan dengan meningkatkan daya saing nasional. Daya saing nasional sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, yang merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis iptek (knowledge economy), serta kualitas institusi dan regulasi.

Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, Indonesia dapat segera mewujudkan visinya menjadi negara maju. Tahun 2020 akan menjadi titik tumpu untuk mengkonsolidasikan dan mempercepat perwujudan Indonesia maju ke depan.

“RAPBN tahun 2020 didesain untuk tetap sehat, mendorong keadilan dan kemandirian untuk mampu menjaga momentum pembangunan dengan tetap waspada terhadap gejolak global,” tuturnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa stabilitas dan momentum perekonomian nasional harus terus dijaga untuk menghindari opportunity loss dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, antara lain dengan berbagai kebijakan Fiskal yang adaptif dan realistis.

Adapun arah untuk kebijakan Fiskal pada tahun 2020 diharapkan menjadi landasan untuk pembangun kualitas SDM Indonesia yang unggul dan maju ke depan, yang adaptif dengan kemajuan teknologi.

Disisi lain, untuk strategi kebijakan fiskal juga ditujukan pertama meningkatkan investasi dan ekspor melalui peningkatan daya saing dan produktivitas, kedua mengakselerasi pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung transformasi ekonomi di seluruh pelosok nusantara.

Ketiga, penguatan perlindungan sosial, keempat memperkuat birokrasi yang melayani dan berintegritas, serta kelima semakin meningkatkan kualitas desentralisasi fiskal untuk mengakselerasi pembangunan di daerah. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:investor.id
Kategori:Ragam

wwwwww