Loading...    
           

Perekonomian Sedang pada Ketidakpastian, Menkeu: Indonesia Harus Waspada Tanpa Pesimistis

Perekonomian Sedang pada Ketidakpastian, Menkeu: Indonesia Harus Waspada Tanpa Pesimistis
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Selasa, 27 Agustus 2019 14:51 WIB
JAKARTA - Pemerintah berupaya menjaga momentum percepatan pertumbuhan ekonomi meskipun di tengah berbagai tantangan dan gejolak lingkungan global yang meningkat. Oleh karena itu dalam menghadapi kondisi global, Indonesia harus waspada tanpa merasa pesimistis, dalam melakukan berbagai langkah antisipasi risiko yang muncul, serta mengambil peluang.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakata, Selasa (27/8/2019). Ia mengatakan bahwa perekonomian dunia saat ini masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian, seperti perang dagang yang berlarut-larut dan eskalasinya semakin meningkat, perlambatan ekonomi di banyak negara di dunia, serta gejolak geopolitik yang masih banyak terjadi.

“Perlambatan ekonomi global yang diperkirakan terjadi secara luas, terutama pada perekonomian negara maju, disebabkan oleh dinamika perdagangan dunia akhir-akhir ini dan beberapa isu struktural seperti penurunan produktivitas dan penuaan populasi” jelasnya.

Di samping itu, ia mengatakan bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 diperkirakan akan bertumpu pada pertumbuhan ekonomi beberapa negara berkembang, ditopang oleh prospek pertumbuhan yang tetap solid di India, Indonesia, dan Vietnam.

Lantaran pada kelompok negara ASEAN, Indonesia menjadi salah satu negara yang akan mendukung pertumbuhan ASEAN-5 di tahun 2020.

“ASEAN diprediksi menjadi kawasan yang dapat mengambil keuntungan di tengah peningkatan tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Meski demikian, negara ASEAN pengekspor komoditas seperti Malaysia dan Indonesia, perlu terus berhati-hati pada dinamika harga komoditas,” tuturnya.

Dia mengatakan dalam menghadapi berbagai risiko global, maka kunci yang bisa dilakukan dengan meningkatkan daya saing nasional. Daya saing nasional sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, yang merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis iptek (knowledge economy), serta kualitas institusi dan regulasi.

Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, Indonesia dapat segera mewujudkan visinya menjadi negara maju. Tahun 2020 akan menjadi titik tumpu untuk mengkonsolidasikan dan mempercepat perwujudan Indonesia maju ke depan.

“RAPBN tahun 2020 didesain untuk tetap sehat, mendorong keadilan dan kemandirian untuk mampu menjaga momentum pembangunan dengan tetap waspada terhadap gejolak global,” tuturnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa stabilitas dan momentum perekonomian nasional harus terus dijaga untuk menghindari opportunity loss dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, antara lain dengan berbagai kebijakan Fiskal yang adaptif dan realistis.

Adapun arah untuk kebijakan Fiskal pada tahun 2020 diharapkan menjadi landasan untuk pembangun kualitas SDM Indonesia yang unggul dan maju ke depan, yang adaptif dengan kemajuan teknologi.

Disisi lain, untuk strategi kebijakan fiskal juga ditujukan pertama meningkatkan investasi dan ekspor melalui peningkatan daya saing dan produktivitas, kedua mengakselerasi pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung transformasi ekonomi di seluruh pelosok nusantara.

Ketiga, penguatan perlindungan sosial, keempat memperkuat birokrasi yang melayani dan berintegritas, serta kelima semakin meningkatkan kualitas desentralisasi fiskal untuk mengakselerasi pembangunan di daerah. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:investor.id
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Remaja Bunuh dan Bakar Pacar karena Cemburu, Berhubungan Intim Sebelum Dicekik
GoNews Kirim Foto Bugil karena Tergiur Gaji Rp5 Juta, 3 Wanita di Jatim Jadi Korban Pemerasan Siswa SMA
GoNews Semua Sekolah di Penang Diliburkan Akibat Asap Kiriman Sumatera
GoNews Terkait Revisi UU KPK, Laode Sebut Menkumham Berbohong Telah Diskusi dengan Dirinya dan Agus Rahardjo
GoNews Pingsan Usai Disuntikkan Vitamin C, Wanita Muda Digauli Pria Baru Dikenalnya di Rumah Kakak Pelaku
GoNews Direktur KPK: Embahnya Korupsi Itu Parpol di DPR karena Miliki 2 Kewenangan
GoNews Pengamat Militer Sebut Indonesia Berpotensi Jadi Negara Polisi, Begini Penjelasannya
GoNews Kivlan Zen Dirawat di RSPAD, Menhan Minta Dibebaskan Dulu
GoNews PT Pelni Buka Lowongan Kerja, Ini 10 Posisi yang Ditawarkan dan Tata Cara Pendaftarannya
GoNews Setelah Diprotes, Kemendag Akan Tambahkan Pasal Wajib Halal Daging Impor dalam Permendag 29/2019
GoNews Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bayi Perempuan di Polman Minum Kopi Tubruk 5 Gelas Sehari, Begini Kondisinya
GoNews Terobos Kobaran Api Selamatkan Kakeknya, Bocah 6 Tahun Tewas Terbakar, Negara Berikan Medali Keberanian
GoNews 8 Tewas Akibat Bus Tabrak Truk Tangki di Lintas Sumatera, Ini Identitas Korban
GoNews Polisi Tertelungkup di Atas Kap Mobil dan Terseret 200 Meter, Ini Penjelasan Polda Metro
GoNews Asap Kiriman Indonesia Liburkan 500 Sekolah di Malaysia
GoNews Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal dalam Status Terpidana Korupsi
GoNews Tak Punya Ongkos Pulang ke Rumah, Siswa MTs Numpang Truk Tanah, Tergelincir Saat Naik dan Tergilas Ban
GoNews Kenal Lewat Medsos, Ketemu dan Main Ludo di Kamar Hotel, Wanita 24 Tahun Digilir dan Dirampok, 2 Pelaku Ditembak Polisi
wwwwww