Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
17 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
17 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
16 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
16 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
17 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
17 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa

Ini Motif Istri di Sukabumi Sewa Orang Bunuh dan Bakar Suami Serta Anak Tiri

Ini Motif Istri di Sukabumi Sewa Orang Bunuh dan Bakar Suami Serta Anak Tiri
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. (poskotanews)
Rabu, 28 Agustus 2019 05:41 WIB
JAKARTA - Edi Chandra Purnama alias ECP (54) dan anaknya M Adi Pradana alias Dana alias D (23) yang jasadnya ditemukan hangus terbakar di Sukabumi, ternyata merupakan korban pembunuhan berencana. Dalang pembunuhannya adalah AK (35), istri dari ECP.

Dikutip dari liputan6.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, AK merencanakan membunuh suami dan anak tirinya karena terlilit utang. Dia menyewa pembunuh bayaran dari Lampung untuk dan membunuh dan membakar keduanya.

''AK ini mempunyai utang kemudian dia kepingin menjual rumahnya. Tapi karena suami ini mempunyai anak tidak setuju dan dia mengatakan 'kalau menjual rumah ini, kamu akan saya bunuh','' kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/8/2019) malam.

Karena tak diizinkan, AK lalu menghubungi mantan pembantunya untuk menanyakan kenalan orang asal Lampung. Setelah itu, suami dari mantan pembantu itu menghubungi dua orang. Usai dihubungi, dua orang laki-laki berinisial S dan A datang ke Jakarta menggunakan mobil travel.

''Kemudian oleh tersangka AK ini dijemput di Kalibata, dijemput kemudian dua orang A da S ini masuk ke mobil,'' ujar Argo.

Saat di dalam mobil, kata Argo, AK menceritakan kalau dirinya punya utang dan segala kerisauannya hingga akhirnya meminta bantuan untuk membunuh suami dan anak tirinya. Di mana, AK berjanji akan memberikan Rp500 Juta apabila rencana berhasil.

''AK ini sebagai istri korban ini curhat menyampaikan kepada dua orang tadi inisial A dan S curhat kalau dia dililit hutang, dia menjual rumah tidak diperbolehkan, dia diancam di situ. Akhirnya di dalam mobil deal membantu eksekusi dan membunuh korban dengan perjanjian akan dibayar 500 Juta,'' pungkas Argo.

Singkat cerita, korban pun tewas usai diberikan minuman keras dan racun. Korban dibawa ke Kampung Bondol, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, di mana ditemukan terpanggang di dalam mobil Calya B 2983 SZH.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww