Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
10 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
10 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
23 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
4
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
10 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
9 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi

6 Warga Sipil Tewas dalam Kerusuhan di Deiyai Papua, Begini Kronologinya Versi Polisi

6 Warga Sipil Tewas dalam Kerusuhan di Deiyai Papua, Begini Kronologinya Versi Polisi
Petugas membawa korban kerusuha Deiyai ke RSUD Mimika, Papua, Kamis (29/8/2019). (republika.co.id)
Sabtu, 31 Agustus 2019 19:28 WIB
JAYAPURA - Pihak Polda Papua membenarkan ada enam warga sipil yang tewas saat kerusuhan di Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019). Mereka diduga tewas sesaat setelah aksi perampasan sepuluh senjata api (senpi) milik TNI AD.

''Memang ada enam warga sipil yang meninggal pascademo di Deiyai, Rabu (28/8) yang berakhir rusuh dan diduga terjadi setelah pendemo merampas 10 pucuk senpi hingga menewaskan satu anggota TNI AD,'' kata Direktur Reskrim Umum Polda Papua Kombes Tony Harsono didampingi Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, Sabtu (31/8/2019), seperti dilansir liputan6.com dari Antara.

Dikatakan Tony, setelah senpi milik TNI dikuasai pendemo, sempat terjadi kontak tembak dan diduga ada warga sipil yang terkena tembakan.

Awalnya, ucap Tony, aksi demo yang dilakukan 100 warga di Deiyai berlangsung aman, namun tiba-tiba ribuan orang datang dan ada yang langsung menyerang aparat keamanan serta mengambil senpinya.

''Akibatnya kontak senjata tidak dapat dihindari hingga jatuhnya korban jiwa,'' kata Tony Harsono seraya menambahkan ada kemungkinan korban meninggal akibat ditembak warga yang mengambil senpi TNI.

''Saat ini kita melakukan penegakan hukum dan seluruh kemungkinan sedang didalami,'' kata Direskrimum Polda Papua.

Kondisi empat anggota Polri yang terluka dalam insiden di Deiyai, sudah makin membaik. ''Mereka dirawat di Timika, demikian pula dua anggota TNI AD,'' kata Kombes Kamal.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww