Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Andi Paris Minta Proyek Vaksin masuk Proyek Strategis Nasional
DPR RI
11 jam yang lalu
Andi Paris Minta Proyek Vaksin masuk Proyek Strategis Nasional
2
Reydonnyzar Moenek masih Menjabat Sekjen DPD RI, Yorrys sebut Implikasi Pidana
Politik
15 jam yang lalu
Reydonnyzar Moenek masih Menjabat Sekjen DPD RI, Yorrys sebut Implikasi Pidana
3
Sejarah Panjang dan Keberlanjutan Revolusi Mental
DPR RI
14 jam yang lalu
Sejarah Panjang dan Keberlanjutan Revolusi Mental
4
Bawa Sabu 5 Kg dan Ribuan Ekstasi, Anggota DPRD dari Golkar Ditangkap BNN, Ternyata Residivis
Peristiwa
19 jam yang lalu
Bawa Sabu 5 Kg dan Ribuan Ekstasi, Anggota DPRD dari Golkar Ditangkap BNN, Ternyata Residivis
5
Puluhan Jabatan Fungsional Kemendagri Dilantik
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Puluhan Jabatan Fungsional Kemendagri Dilantik
6
Saat Suami Shalat Subuh ke Masjid, Istri Masukkan Anggota Satpol PP ke Rumah, Begini Akibatnya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Saat Suami Shalat Subuh ke Masjid, Istri Masukkan Anggota Satpol PP ke Rumah, Begini Akibatnya

Anak Bunuh Ayah Pakai Linggis di Bekasi, Begini Pengakuan Pelaku ke Polisi

Anak Bunuh Ayah Pakai Linggis di Bekasi, Begini Pengakuan Pelaku ke Polisi
Suherman, pria pembunuh ayah kandungnya di Bekasi. (poskotanews)
Minggu, 01 September 2019 13:21 WIB
BEKASI - Seorang anak membunuh ayah kandungnya menggunakan linggis di Kampung Kobak Sumur, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sukakarya, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (31/8/2019) dini hari, pukul 03.00 WIB.

Dikutip dari poskotanews.com, pelaku bernama Suherman (35) menghantamkan linggis ke muka dan bagian belakang kepala ayahnya, Juminta (65).

Kapolsek Sukakarya AKP Taifur, Sabtu mengatakan, terduga pelaku mengaku menghantam ayah kandungnya itu dengan linggis lantaran terganggu dengan dengkuran orangtuanya itu ketika tidur.

Namun, lanjut Kapolsek, pada olah TKP diketahui, jarak antara kamar tidur pelaku dengan orangtuanya itu terbilang cukup jauh. Pelaku tidur di kamar, sedangkan ayahnya tidur di depan TV di ruang keluarga.

Selain itu, pelaku mengaku kerap dimarah-marahi dan mendapatkan perlakuan kekerasan dari korban.

Menurut pelaku, kata Kapolsek, kekerasan juga sering dilakukan korban kepada ibu kandung pelaku, Sarni (61). Sehingga kerap terjadi keributan di rumahnya.

''Faktor inilah yang juga mendorong pelaku untuk membunuhnya,'' ujarnya.

Hal lain yang mendorong terduga pelaku melakukan pembunuhan karena kondisinya yang disebut-sebut sedang mengalami depresi. Ada informasi, terduga pelaku depresi setelah usahanya bangkrut dan ditinggal sang istri.

''Namun, pihak keluarga masih menutupinya. Sudah lama mengalami gangguan jiwa,'' ujar Kapolsek AKP Taifur.

Diungkapkan Taifur, sebelumnya terduga pelaku merupakan bos limbah, namun bangkrut dan sang istri meninggalkannya 5 tahun silam. Bapak dua anak itu pun akhirnya mengalami depresi dan tinggal bersama kedua orangtuanya di TKP tersebut.

''Kita masih mendalami motif dari pembunuhan ini. Apakah karena depresi atau alasan lain. Pelaku dikenakan pasal 338, yaitu pembunuhan dengan kekerasan,'' kata AKP Taifur.***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam

wwwwww