Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
18 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
18 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
17 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
17 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
18 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
18 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa

Anak Bunuh Ayah Pakai Linggis di Bekasi, Begini Pengakuan Pelaku ke Polisi

Anak Bunuh Ayah Pakai Linggis di Bekasi, Begini Pengakuan Pelaku ke Polisi
Suherman, pria pembunuh ayah kandungnya di Bekasi. (poskotanews)
Minggu, 01 September 2019 13:21 WIB
BEKASI - Seorang anak membunuh ayah kandungnya menggunakan linggis di Kampung Kobak Sumur, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sukakarya, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (31/8/2019) dini hari, pukul 03.00 WIB.

Dikutip dari poskotanews.com, pelaku bernama Suherman (35) menghantamkan linggis ke muka dan bagian belakang kepala ayahnya, Juminta (65).

Kapolsek Sukakarya AKP Taifur, Sabtu mengatakan, terduga pelaku mengaku menghantam ayah kandungnya itu dengan linggis lantaran terganggu dengan dengkuran orangtuanya itu ketika tidur.

Namun, lanjut Kapolsek, pada olah TKP diketahui, jarak antara kamar tidur pelaku dengan orangtuanya itu terbilang cukup jauh. Pelaku tidur di kamar, sedangkan ayahnya tidur di depan TV di ruang keluarga.

Selain itu, pelaku mengaku kerap dimarah-marahi dan mendapatkan perlakuan kekerasan dari korban.

Menurut pelaku, kata Kapolsek, kekerasan juga sering dilakukan korban kepada ibu kandung pelaku, Sarni (61). Sehingga kerap terjadi keributan di rumahnya.

''Faktor inilah yang juga mendorong pelaku untuk membunuhnya,'' ujarnya.

Hal lain yang mendorong terduga pelaku melakukan pembunuhan karena kondisinya yang disebut-sebut sedang mengalami depresi. Ada informasi, terduga pelaku depresi setelah usahanya bangkrut dan ditinggal sang istri.

''Namun, pihak keluarga masih menutupinya. Sudah lama mengalami gangguan jiwa,'' ujar Kapolsek AKP Taifur.

Diungkapkan Taifur, sebelumnya terduga pelaku merupakan bos limbah, namun bangkrut dan sang istri meninggalkannya 5 tahun silam. Bapak dua anak itu pun akhirnya mengalami depresi dan tinggal bersama kedua orangtuanya di TKP tersebut.

''Kita masih mendalami motif dari pembunuhan ini. Apakah karena depresi atau alasan lain. Pelaku dikenakan pasal 338, yaitu pembunuhan dengan kekerasan,'' kata AKP Taifur.***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam

wwwwww