Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
11 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
11 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
11 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
4
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
10 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
5
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
10 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
6
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
11 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional

Pria Bersenjata Tembak Lebih 20 Orang di Texas, 5 Tewas

Pria Bersenjata Tembak Lebih 20 Orang di Texas, 5 Tewas
Aparat kepolisian memblokade jalan setelah penembakan di Odessa, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (31/8/2019). (beritasatu)
Minggu, 01 September 2019 13:41 WIB
TEXAS - Seorang pria melepaskan tembakan secara acak kepada lebih 20 orang di di Odessa, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (31/8). Sedikitnya lima orang tewas akibat penembakan brutal tersebut. Pelaku tewas setelah ditembak polisi.

Dikutip dari beritasatu.com, dilaporkan Al Jazeera, polisi mengatakan, pelaku sempat membajak satu kendaraan dinas pos di Texas Barat. Tiga petugas penegak hukum termasuk di antara korban yang terluka.

Kepala Polisi Odessa, Michael Gerke mengatakan bahwa selain petugas yang terluka, ada setidaknya 21 warga sipil menjadi korban penembakan. Dia mengatakan, setidaknya lima orang tewas.

Gerke tidak mengatakan apakah penembak itu termasuk diantara korban tewas.

''Tidak ada penembak aktif saat ini. Semua agen sedang menyelidiki laporan kemungkinan tersangka,'' kata Polisi Midland di Facebook. Kota Midland bertetangga dekat dengan Odessa.

Menurut pihak berwenang, penembakan dimulai dengan perhentian lalu lintas. Tersangka penembak, digambarkan oleh polisi sebagai pria kulit putih berusia 30-an, mulai menembaki penegak hukum. Dia kemudian membajak kendaraan Layanan Pos AS dan terus menembak secara acak.

Gerke mengatakan pihak berwenang percaya penembakan itu sudah berakhir, tetapi ia mendesak warga untuk tetap waspada.

''Saya ingin mengingatkan semua warga Texas bahwa kami tidak akan membiarkan Negara Lone Star dikuasai oleh kebencian dan kekerasan. Kami akan bersatu, seperti yang selalu dilakukan Texas, untuk menanggapi tragedi ini,'' kata Gubernur Texas Greg Abbott dalam satu pernyataan. ***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam

wwwwww