Kekeringan Makin Parah, Warga Terpaksa Jual Ternak Beli Air Bersih

Kekeringan Makin Parah, Warga Terpaksa Jual Ternak Beli Air Bersih
Dompet Dhuafa Yogyakarta mendistribusikan air bersih untuk warga Desa Giri Purwosari, Gunung Kidul. (republik.co.id)
Selasa, 03 September 2019 07:25 WIB
GUNUNG KIDUL - Kekeringan semakin parah di Gunung Kidul, Yogyakarta, hingga warga kian kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan ada warga yang terpaksa menjual ternak peliharaannya untuk membeli air bersih.

Dikutip dari republika.co.id, untuk membantu meringakan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, Dompet Dhuafa cabang Ygyakarta membagikan air secara gratis yang dikenal dengan program Air untuk Kehidupan.

Dompet Dhuafa Yogyakarta telah mendistribusikan air di dua titik Desa Giri, Purwosari, Gunung Kidul. Dengan membawa dua tangki untuk satu titik. Masing-masing tangki memiliki kapasitas untuk menampung 6000 liter. Senin (2/9) telah mendistribusikan air sebanyak 24.000 liter.

''Pendistribusian ini telah dimulai dari Juni. Ini jatuhnya sudah masuk ke gelombang ketiga,'' ujar Bambang Edi Prasetyo selaku Ketua Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Kondisi di sekitar titik pendistribusian cukup memperihatikan. Banyak penampungan sudah kering. 

Waduk juga sudah kering. Hal ini mengakibatkan kebutuhan sehari-hari dan juga aktivitas menjadi terganggu.

''Kalau di lapangan alhamdulillah lancar semua pendistribusian. Hanya saja ada beberapa kendala, kebutuhan warga ternyata lebih banyak yang diperkirakan. Jadinya masih membutuhkan armada tambahan,'' ujar Badar selaku relawan Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Badar menceritakan, satu tangki ada yang menjualnya dengan harga Rp170.000 sampai Rp450.000. Ragamnya harga ini diakibatkan sulitnya jalur yang ditempuh. Jadi semakin rusak atau sulit jalannya, maka semakin mahal pula air yang diperjualbelikan.

Di hari sebelumnya (1/9) Dompet Dhuafa juga sudah menjamah tiga titik di Desa Tepus, Tepus, Gunung Kidul. Dengan satu titik mendistribusikan air sebanyak 10.000 liter. 

''Perkiraan BMKG hujan kemungkinan akan jatuh di bulan Desember. Jadi kita mungkin akan terus mendistribusikan air sampai dua atau tiga gelombang lagi,'' kata Bambang. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Diantar Pacar Tengah Malam dan Ngobrol Hingga Pukul 23.30 WIB, Biduan Ditemukan Tewas Waktu Subuh
GoNews Putrinya Minta Restu Menikah, Ayah Berikan Syarat Harus Bersedia Digauli, Begini Akibatnya
GoNews Pasca Ledakan Bom di Mapolrestabes Medan, Polisi Buru Seorang Pimpinan Pengajian
GoNews Istri Polisi Hilang 2 Hari, Ditemukan Waka Polres dalam Kamar Hotel bersama Polisi Lain
GoNews Dicabuli Kakek dan Sepupu Sejak SMP, Siswi Kelas II SMA Ini Kini Hamil 6 Bulan
GoNews Bus Sinar Jaya dan Arimbi Tabrakan di Tol Cipali, 7 Penumpang Tewas, Ini Identitas Korban
GoNews Kapolri: Bukan Rahasia Umum, Banyak Kapolres Minta Jatah Proyek, Nanti Saya Carikan Pemain Cadangan
GoNews Militer Israel Bombardir Pemukiman Warga Palestina, 22 Muslim Wafat dan 66 Terluka
GoNews Dijadikan PSK buat Bayar Utang, Diracun Suami Saat Hamil 8 Bulan
GoNews Menteri Keuangan Terbitkan Aturan Baru Tentang Iuran BPJS Kesehatan
GoNews Kapolsek Cempa Bersimpuh di Hadapan Massa untuk Selamatkan Nyawa Pekerja Tambang
GoNews Ditusuk Suami Berkali-kali, Wanita Hamil Tua ke Rumah Sakit Sendirian dalam Kondisi Berdarah-darah
GoNews Habib Rizieq Perlihatkan Surat Pencekalan, Imigrasi Mengaku Belum Tahu
GoNews Istri Berlumuran Darah dalam Kamar Mandi, Suami Ditemukan Tergantung di Kebun
GoNews MUI Pusat Dukung Imbauan MUI Jatim Agar Pejabat Jangan Ucapkan Salam Semua Agama, Ini Alasannya
GoNews Memalukan, Anggota Fraksi PSI Lemparkan Dokumen RAPBD ke Lantai Saat Rapat, Mengaku Spontanitas
GoNews MA India Putuskan Umat Hindu Boleh Bangun Kuil di Tempat Berdirinya Masjid Berusia 450 Tahun
GoNews Mengaku Anggota TNI, Kuli Bangunan Berhasil Kuras 3 Janda Luar Dalam
wwwwww