Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
Politik
22 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
2
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
DPR RI
21 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Hukum
22 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Peristiwa
20 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Kesehatan
18 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi

Polri Libatkan Interpol Buru Tersangka Kasus Rusuh Papua Veronica Koman

Polri Libatkan Interpol Buru Tersangka Kasus Rusuh Papua Veronica Koman
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (liputan6.com)
Rabu, 04 September 2019 19:14 WIB
SURABAYA - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka provokasi terkait kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Dikutip dari liputan6.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Veronica Koman memprovokasi melalui akun pribadinya di media sosial Twitter.

''Narasi-narasinya, sebagai contoh narasinya yang dibunyikan ada korban pemuda Papua yang terbunuh, yang tertembak, kemudian ada konten-konten yang bersifat provokatif, ya. Untuk mengajak, merdeka dan lain sebaginya itu. Itu sudah dilacak dari awal,'' kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (4/9/2019).

Dedi membeberkan, status-status itu ditulis Veronica Koman saat berada di Jakarta dan luar negeri.

''Ada beberapa jejak digital yang masih didalami, masih ada yang didalami di Jakarta dan beberapa yang memang ada di luar negeri. itu masih didalami laboratorium digital forensik,'' ucap dia.

Saat ini, Polda Jatim dibantu Direktorat Siber Bareskrim Polri tengah berupaya memburu Veronica Koman. Pihak kepolisian akan menggandeng Interpol karena keberadaan tersangka terdeteksi di luar negeri.

''Kami minta bantu Interpol untuk melacak yang bersangkutan sekaligus untuk proses penegakan hukumnya. Nanti akan ada kerja sama dengan police to police,'' tutup dia. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww