Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
16 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
15 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
8 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
17 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
18 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
6
DPR RI: 'New Normal' adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
DPR RI
17 jam yang lalu
DPR RI: New Normal adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan

Wali Kota Eindhoven Larang Kelompok Anti-Islam Pegida Demo Dekat Masjid

Wali Kota Eindhoven Larang Kelompok Anti-Islam Pegida Demo Dekat Masjid
Kelompok anti Islam Pegida. (republika.co.id)
Jum'at, 06 September 2019 07:15 WIB
EINDHOVEN Wali Kota Eindhoven, Jan Jorritsma, melarang kelompok anti-Islam dari Jerman, Pegida, melakukan demonstrasi dekat Masjid Eindhoven, Belanda.

Dikutip dari republika.co.id, kepada penyiar lokal, Jan Jorritsma mengatakan, organisasi yang hanya memiliki beberapa anggota tersebut dibolehkan unjuk rasa di alun-alun di depan balai kota.

Sebelumnya, pada akhir Mei lalu, demonstrasi di dekat masjid sempat berakhir dengan kerusuhan setelah ratusan penduduk setempat melakukan protes balasan. ''Sejak saat itu, semua permintaan untuk unjuk rasa di dekat masjid telah ditolak,'' ujar Jan seperti dilansir Dutch News, Kamis (5/9).

Jan Jorritsima juga menegaskan kebijakan itu akan berlanjut hingga waktu yang belum ditentukan. Ia menambahkan, hak untuk menunjukkan kebebasan berekspresi masih menjadi yang terpenting. Oleh karena itu, Jan memperbolehkan alun-alun balai kota menjadi satu-satunya tempat unjuk rasa bisa dilakukan. 

''Daerah tersebut memiliki keamanan yang terjamin,'' katanya.

Kelompok tersebut juga nyatanya memiliki kontroversi. Salah satunya adalah, ketua Pegida yang sempat dilarang memasuki Inggris pada Maret tahun lalu. Pendiri Kelompok Pegida, Lutz Bachman itu sempat ditolak ketika mendarat di bandara Stansted.

Bahkan tak lama setelahnya ia langsung dideportasi. Kunjungan tersebut awalnya untuk mengunjungi Tommy Robinson, mantan Ketua English Defence League, yang merupakan cabang Pegida di Inggris. Border Force Inggris memiliki otoritas menolak setiap kedatangan yang bisa membuat suasana publik tidak kondusif.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww