Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
15 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
14 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
16 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
4
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
17 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
5
DPR RI: 'New Normal' adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
DPR RI
16 jam yang lalu
DPR RI: New Normal adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
6
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Politik
15 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember

Didanai APBN Rp15,1 Miliar, 2 Jembatan Hubungkan Solok Selatan dengan Dharmasraya Dibangun Tahun Ini

Didanai APBN Rp15,1 Miliar, 2 Jembatan Hubungkan Solok Selatan dengan Dharmasraya Dibangun Tahun Ini
Sejumlah murid SD berjalan di atas jembatan bambu (ilustrasi). (republika.co.id)
Sabtu, 07 September 2019 07:58 WIB
PADANG ARO - Camat Sangir Balai Janggo, Solok Selatan, Sumatera Barat, Muslim, mengatakan, pemerintah akan membangun dua unit jembatan untuk menghubungkan Kabupaten Solok Selatan (Solsel) dengan Kabupaten Dharmasraya.

Dikutip dari republika.co.id, bila kedua jembatan tersebut selesai dibangun, kata Muslim, maka waktu tempuh dari Sungai Kunyit (Solsel) menuju Blok D Sungai Rumbai (Dharmasraya) bisa dipersingkat hingga 1,5 jam.

Dua unit jembatan yang akan dibangun tersebut yakni Jembatan Batang Ganeh di Koto Sungai Kunyit serta jembatan Batang Jujuan di lokasi Plasma.

''Biasanya jika kita ambil jalur melalui PT KSI (Jalur Bus Damri) bisa memakan waktu hingga 2,5 jam,'' kata Muslim melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id dari Humas Pemkab Solok Selatan, Jumat (6/9).

Dua jembatan ini akan dibangun dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanda Negara (APBN) senilai Rp15,1 miliar.

Di samping dua unit jembatan yang dibangun tahun ini, menurut Muslim masih ada satu unit lagi yang perlu diperbaiki, yakni jembatan di Pos BPSJ. Saat ini jembatan kecil di pos BPSJ tersebut sebenarnya masih bisa dilalui, namun terlalu rendah, sehingga air sungai naik ke jembatan jika hujan lebat.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Pemkab Solsel Yul Amri mengatakan, bahwa sesuai arahan pimpinan, Pemkab terus berusaha mengusulkan ke pemerintah pusat untuk peningkatan akses jalan tembus Solsel ke Dharmasraya. Selain pembangunan jembatan di Sangir Balai Janggo senilai Rp15,1 miliar, menurutnya tahun ini di beberapa ruas lain juga akan segera dikerjakan beberapa proyek strategis lainnya secara bertahap.

''Rp24 miliar untuk ruas jalan Abai (Solsel) - Sungai Dareh (Dharmasraya), serta ruas jalan Taluak Aia Putiah - Tandai senilai Rp17,5 miliar, yang nantinya diharapkan berkelanjutan hingga tembus ke Simpang PB dan terus ke Muaro Bungo,'' ujar Yul.

Untuk pekerjaan jalan Taluak Aia Putih - Tandai - Simpang PB, pekerjaannya menunggu izin dari kementerian terkait yang saat ini sedang melakukan survey kelayakannya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww