Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
18 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
2
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
6 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
3
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
6 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
4
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
6 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
5 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi

Lakukan Penipuan dan Penyelewengan, Mantan Ibu Negara Dihukum 58 Tahun Penjara

Lakukan Penipuan dan Penyelewengan, Mantan Ibu Negara Dihukum 58 Tahun Penjara
Rosa Elena Bonilla, dikawal setelah dinyatakan bersalah atas penyalahgunaan dana publik. (beritasatu.com)
Sabtu, 07 September 2019 13:55 WIB
HONDURAS - Juru bicara Mahkamah Agung Honduras, Carlos Silva, mengatakan, pengadilan menjatuhkan vonis 58 tahun penjara kepada Rosa Elena Bonilla, istri mantan Presiden Honduras Porfirio Loboibu, Rabu (4/9/2019).

Dikutip dari beritasatu.com, wanita berusia 52 tahun itu dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan dan penyelewengan dana yang tidak semestinya.

''Mantan ibu negara Rosa Elena Bonilla dijatuhi hukuman 58 tahun penjara karena kejahatan pengambilan dana dan penipuan yang tidak semestinya,'' kata Carlos Silva seperti dilaporkan Reuters, Kamis (5/9).

Pengacara pembela mengatakan Bonilla tidak bersalah tapi telah ditahan sejak Februari 2018. Upaya banding akan diajukan ke Mahkamah Agung negara Amerika Tengah itu. Itu akan menjadi kesempatan terakhir Bonilla untuk menghindari hukuman.

Bonilla dituduh menyalahgunakan dana setara dengan US$ 779.000 (sekitar Rp11 miliar) antara 2010 dan 2014 yang berasal dari sumbangan internasional dan dana publik.

Menurut satu penyelidikan yang dilakukan oleh kantor jaksa agung dan satu unit Organisasi Negara-negara Amerika, dana tersebut dimaksudkan untuk pendanaan program sosial.

Kantor jaksa agung menyatakan Bonilla menggunakan uang tersebut untuk membayar tagihan medis, perhiasan, uang sekolah untuk anak-anaknya dan pekerjaan konstruksi.

''Pengadilan juga menghukum rekan dekat Bonilla, Saul Escobar, dengan hukuman penjara 48 tahun karena penggelapan dana publik dan penipuan,'' kata Silva.***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam

wwwwww