Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
16 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
15 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
16 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
4
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
8 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
5
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
18 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
6
DPR RI: 'New Normal' adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
DPR RI
17 jam yang lalu
DPR RI: New Normal adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan

Pengantin Baru Jadi Korban Pembunuhan Gara-gara Kasih Tak Sampai

Pengantin Baru Jadi Korban Pembunuhan Gara-gara Kasih Tak Sampai
Ilustrasi jenazah. (dok)
Sabtu, 07 September 2019 07:23 WIB
PEMALANG - Aldi (25) warga Dusun Bodas RT 3/11 Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Pemalang, Jawa Tengah, yang baru saja menikahi Lastri (20), tewas bersimbah darah.

Dikutip dari merdeka.com, pelaku pembunuh Aldi ternyata Arifin (25), warga Dukuh Penpen RT 2/1, Desa Mendelem. Aifin diduga nekat membunuh Aldi, karena sakit hati kasihnya kepada Lastri tak kesampaian gara-gara keduluan dipersunting Aldi.

''Jadi pelaku ini mengaku cinta sama istri korban. Tetapi dia belum menyatakan cintanya kepada istri korban, Lastri keburu nikah. Ada dugaan cemburu,'' kata Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Hadi saat dikonfirmasi Sabtu (7/9).

Dia menyebutkan, dari hasil pemeriksaan sementara, Arifin mengaku nekat melakukan pembacokan kepada korban karena memendam rasa cinta kepada istri korban.

Lantaran kesal merasa kalah, pelaku yang mengetahui korban dengan istrinya sedang berjalan ke Sungai Celiling, diintai sambil membawa parang.

''Pelaku muncul dari belakang langsung main bacok leher korban. Seketika itu korban terkapar jatuh dan meninggal di lokasi,'' tutup Suhadi.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww